Pesawat Iberia Mendarat Darurat di Madrid Usai Tabrak Burung Besar, Moncong dan Mesin Rusak Parah

Insiden pesawat mendarat darurat ini memicu respons cepat dari awak kabin.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 06 Agustus 2025, 16:03 WIB
Ilustrasi pesawat sedang mengudara (pixabay)

Liputan6.com, Madrid - Penerbangan Iberia IB579 terpaksa kembali ke Bandara Adolfo Suarez Madrid–Barajas setelah mengalami insiden tabrakan burung tak lama setelah lepas landas menuju Paris, Minggu (3/8/2025).

Maskapai asal Spanyol itu menjelaskan, pesawat Airbus A321XLR mereka menghantam seekor burung berukuran besar yang mengenai bagian depan badan pesawat serta salah satu mesinnya, hanya beberapa menit setelah mengudara dari Madrid, dikutip dari laman CNA, Rabu (6/8).

BACA JUGA: Warga Iran di Madrid Demo Dukung Serangan Trump dan Israel, Kenapa?

“Sesuai dengan prosedur keselamatan, kapten segera meminta izin untuk kembali ke bandara asal. Pesawat berhasil mendarat dengan selamat, sementara kru penerbangan, baik pilot maupun awak kabin, menangani situasi dengan sangat profesional dan memastikan kenyamanan penumpang,” ujar pernyataan resmi Iberia kepada media penerbangan AeroTime.

Momen dramatis di dalam kabin sempat terekam dalam video yang viral di media sosial. Dalam video tersebut, masker oksigen tampak bergelantungan, sementara seorang penumpang terlihat kesulitan bernapas melalui maskernya. Terdengar pula tangisan bayi di tengah suasana panik. Foto-foto lain menunjukkan kerusakan parah di bagian hidung pesawat, memperlihatkan dampak kerasnya benturan.

Menurut laporan Jaringan Keselamatan Penerbangan (Aviation Safety Network), insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada salah satu mesin dan radome hidung pesawat. Beruntung, pesawat berhasil kembali mendarat dengan selamat tanpa ada korban luka.

Tabrakan burung memang menjadi risiko yang sering dihadapi dalam dunia penerbangan. Meski jarang menyebabkan kecelakaan fatal, insiden semacam ini tetap menjadi perhatian serius karena bisa membahayakan keselamatan penerbangan.

Data dari Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mencatat, sepanjang 2024 terjadi rata-rata 54 insiden serangan satwa liar per hari di AS, dengan mayoritas melibatkan burung. Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) menambahkan, sekitar 90 persen tabrakan burung terjadi di sekitar bandara, terutama saat pesawat sedang lepas landas, mendarat, atau terbang di ketinggian rendah.

 

Beberapa Insiden Kecelakaan Akibat Tabrak Burung

Ilustrasi pesawat terbang. (Pixabay/qimono)

Beberapa insiden tabrakan burung di masa lalu bahkan berujung fatal. Salah satunya adalah kecelakaan tragis Jeju Air pada Desember 2024 di Korea Selatan.

Pesawat Boeing 737-800 mengalami pendaratan darurat dengan kondisi mesin rusak akibat tabrakan burung. Naas, pesawat mendarat tanpa roda pendarat, melewati landasan, dan terbakar setelah menabrak tanggul, menewaskan 179 dari 181 orang di dalamnya.

Namun, salah satu insiden tabrakan burung paling dikenal terjadi pada 2009, ketika sebuah pesawat US Airways berhasil melakukan pendaratan darurat di Sungai Hudson, New York, setelah mesinnya rusak karena menabrak kawanan angsa. Berkat aksi heroik sang kapten, Chesley “Sully” Sullenberger, seluruh 155 penumpang dan awak selamat dalam peristiwa yang dikenal sebagai “The Miracle on the Hudson.”

Meski demikian, insiden seperti yang menimpa Iberia IB579 menjadi pengingat bahwa risiko serangan burung tetap menjadi tantangan nyata bagi keselamatan penerbangan modern.

Infografis Sederet Aturan Koper Pintar Masuk Kabin Pesawat. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya