Kapal Cepat Kandas di Bali: 2 WNA Meninggal, Pelabuhan Sanur Ditutup

Kemenhub turut prihatin dan berbela sungkawa atas musibah tenggelamnya kapal Fastboat Bali Dolphin Cruise 2 di alur masuk Pelabuhan Sanur, Bali.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 06 Agustus 2025, 05:30 WIB
Insiden kecelakaan kapal Fastboat Bali Dolphin Cruise 2, di alur masuk Pelabuhan Sanur pada Selasa, 5 Agustus 2025. (Foto: Kemenhub)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut merespons insiden kecelakaan kapal Fastboat Bali Dolphin Cruise 2, di alur masuk Pelabuhan Sanur pada Selasa, 5 Agustus 2025.

Menurut laporan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa, kecelakaan kapal Fastboat ini terjadi sekitar pukul 15.15 WITA. 

"Kami turut prihatin dan berbela sungkawa atas musibah tenggelamnya kapal Fastboat Bali Dolphin Cruise 2 di alur masuk Pelabuhan Sanur, Bali," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud dalam pernyataan tertulis, Rabu (6/8/2025).

Berdasarkan laporan kronologi kejadian, pada Selasa, 5 Agustus 2025 kapal bertolak dari Pelabuhan Nusa Penida sekitar pukul 14.30 WITA menuju Pelabuhan Sanur. 

Masyhud mengatakan, menurut laporan yang diterimanya, selama pelayaran gelombang laut aman dan angin bertiup tidak terlalu kencang. 

"Pada saat kapal mau memasuki alur masuk Pelabuhan Sanur pukul 15.10 WITA dan sudah melewati pelampung suar warna merah dan hijau, nakhoda berolah gerak cikar kiri akan masuk ke dermaga. Tiba-tiba ombak menghantam lambung kiri kapal yang mengakibatkan kapal langsung terbalik," urainya. 

 

Kandas dengan Posisi Terbalik

insiden kecelakaan kapal Fastboat Bali Dolphin Cruise 2, di alur masuk Pelabuhan Sanur pada Selasa, 5 Agustus 2025. (Foto: Kemenhub)

Akibatnya, kapal Bali Dolphin Cruise 2 kandas dengan posisi terbalik. Menindaki peristiwa tersebut, upaya stabilisasi dan pengamanan lokasi lantas dilakukan. 

Namun, Pelabuhan Sanur harus ditutup sementara oleh Syahbandar setempat untuk mendukung proses evakuasi dan SAR.

Proses evakuasi penyelamatan dilakukan oleh kru kapal, dibantu oleh KNP. 515, RIB SAR Denpasar dan beberapa kapal kecil yang berada di sekitar Pelabuhan Sanur. Tindakan pertama dilakukan dengan membuka life raft kapal untuk membantu evakuasi penumpang ke darat.

Angkut 75 Orang

Berdasarkan data manifest, total penumpang berjumlah 75 orang dan ABK 5 orang. Dilaporkan korban meninggal dunia berjumlah 2 orang WNA China atas nama Shio Guo Hong (20 tahun) dan Hanqing Yu (37 tahun), plus 1 orang ABK WNI atas nama Kadek Adi Jaya Dinata (23 tahun) yang sampai saat ini masih dilakukan proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan. Semua penumpang selamat telah berhasil dievakuasi ke RS Bali Mandara dan BMCC.

Masyhud menyampaikan, tim SAR Gabungan yang terdiri dari KSOP Benoa, UPP Nusa Penida, Basarnas Denpasar, TNI AL, Dit Polairud Polda Bali, dan BNPB Daerah Denpasar masih berupaya melakukan evakuasi dengan membalik kapal. Lamtaran kondisi saat ini kapal terus dihantam gelombang hingga kandas dipinggir pantai.

"KSOP Benoa telah membentuk Posko Darurat dan VTS Benoa telah mengeluarkan Navigational Warning kepada seluruh kapal di sekitar lokasi kejadian," kata dia. 

 

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya