Sosok Marsma Fajar Ardiyanto di Mata Tetangga: Sering Salat Subuh Berjemaah dan Rutin Sedekah

Kepergian Marsma Fajar Ardiyanto untuk selama-lamanya tak hanya meninggalkan duka mendalam untuk keluarga dan TNI AU, namun juga para tetangga.

oleh Tim RegionalDiperbarui 04 Agustus 2025, 15:04 WIB
Jenazah Marsma TNI Fajar Adrianto Tiba di Rumah Duka (Lizsa Egeham/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Kepergian Marsma Fajar Ardiyanto untuk selama-lamanya tak hanya meninggalkan duka mendalam untuk keluarga dan TNI AU, namun juga para tetangga Marsma Fajar, yang tinggal di Jalan Trikora XI, Kompleks TNI AU, Pancoran Jakarta Selatan.

Firmansyah, seorang pengurus masjid di sekitar rumah Marsma Fajar Ardiyanto mengenang sosok penerbang tempur F-16 itu. Firmansyah menyebut Marsma Fajar sosok yang ramah dan baik, meskipun jenderal bintang satu.

"Saya sih kalau interaksi sama Almarhum orangnya baik, ramah sama siapa aja. Suka negor meskipun jenderal ya," kata Firmansyah kepada Liputan6.com saat ditemui di Jalan Trikora Jakarta Selatan, Minggu (3/8/2025).

Dia mengatakan Marsma Fajar juga sering salat berjemaah di masjid dan bersedekah. Firmansyah pun sering berkomunikasi dengan almarhumah Marsma Fajar saat salat subuh di masjid.

"Ya beliau sering salat berjamaah di masjid disini, sering amal juga saya lihat. Kalau kotak amal jalan dia sering masukin," ujarnya.

Firmansyah pun mengaku kaget dengan kepergian Marsma Fajar yang tiba-tiba. Dia mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

"Saya dengar dari tetangga jemaah kita baru saja meninggal. Kami turut berduka cita," ucap Firmansyah.

Hal yang sama juga disampaikan oleh seorang penjaga warung di dekat rumah Marsma Fajar. Dia menuturkan Marsma Fajar merupakan sosok yang ramah dan kerap membelikan anak-anak makanan ringan.

"Beliau sosok yang ramah, suka main badminton. Kalau lewat sini, ada anak-anak sering jajanin, satu orang Rp2.000," tutur penjaga warung itu.

 

Insiden Pesawat Jatuh

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma I Nyoman Suadnyana menyampaikan kronologi insiden jatuhnya pesawat latih di Bogor yang menewaskan Fajar. Dia menyebut, pesawat lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja pukul 09.08 WIB.

Penerbangan ini dalam rangka misi latihan profisiensi penerbangan olahraga dirgantara sebagai bagian dari pembinaan dan pemeliharaan kemampuan.

"Sekitar pukul 09.19 WIB, pesawat mengalami hilang kontak," jelas Nyoman.

Artinya, pesawat hilang kontak 11 menit setelah lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja. Nyoman melanjutkan, tak lama setelah hilang kontak, pesawat ditemukan jatuh di sekitar TPU Astana.

"Kedua awak langsung dievakuasi ke RSAU dr. M. Hassan Toto, namun Marsma TNI Fajar dinyatakan meninggal setibanya di rumah sakit," tutur Nyoman.

Nyoman menjelaskan, penerbangan dilakukan dalam kapasitas Marsma TNI Fajar sebagai pilot dan Roni sebagai co-pilot. Kegiatan ini merupakan bagian dari latihan rutin pembinaan kemampuan personel FASI atau induk olahraga dirgantara nasional yang berada di bawah binaan TNI AU.

"Penerbangan telah dilengkapi Surat Izin Terbang (SIT) nomor SIT/1484/VIII/2025 yang diterbitkan Lanud Atang Sendjaja. Pesawat dinyatakan laik terbang dan merupakan sortie kedua pada hari itu," jelas Nyoman.

Reporter: Lizsa Egaham

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya