Serangan di China dan Jepang Picu Kekhawatiran soal Xenofobia

Apa itu xenofobia? Simak penjelasannya di bawah ini.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 03 Agustus 2025, 08:05 WIB
Petugas keamanan berjalan di peron stasiun kereta bawah tanah di Suzhou, China, tempat seorang perempuan asal Jepang yang tinggal di China dilaporkan diserang dan terluka pada Kamis (31/7/2025). Foto diambil pada Jumat, (1/8). (Dok. Kyodo News via AP)

Liputan6.com, Tokyo - Seorang perempuan Jepang yang tinggal di China diserang dan terluka oleh seorang pria di sebuah stasiun kereta bawah tanah di Suzhou, demikian disampaikan sejumlah media Jepang, hanya beberapa jam setelah dua pria Chinaa mengalami luka serius akibat kekerasan di Tokyo.

Serangkaian serangan yang terjadi pada Kamis (31/7/2025) itu memicu kekhawatiran akan meningkatnya sentimen xenofobia di China dan Jepang, yang telah disebut-sebut sebagai penyebab terjadinya penyerangan di kedua negara. Ini merupakan serangan ketiga terhadap warga Jepang yang tinggal di China sejak tahun lalu.

Xenofobia adalah rasa takut, benci, atau prasangka terhadap orang asing atau terhadap hal-hal yang dianggap berasal dari luar negeri.

Dalam dua kasus sebelumnya di China, otoritas setempat menegaskan bahwa insiden-insiden itu bersifat terpisah dan tidak saling berkaitan.

Stasiun penyiaran Jepang NHK tidak menyebutkan identitas perempuan yang terluka di Suzhou, namun mengutip Konsulat Jenderal Jepang di Shanghai bahwa dia sedang bersama anaknya di stasiun kereta bawah tanah ketika serangan terjadi. Sang anak tidak mengalami luka dan sang ibu telah kembali ke rumah setelah sebelumnya dilaporkan mendapat perawatan di rumah sakit.

Kantor berita Jepang Kyodo melaporkan bahwa pelaku penyerangan telah ditahan.

Di Tokyo pada Kamis pagi, menurut pernyataan yang dirilis oleh Kedutaan Besar China di Jepang, dua pria China mengalami luka serius akibat serangan. Empat pria pelaku penyerangan yang membawa senjata yang tidak dijelaskan jenisnya masih dalam pelarian. Identitas mereka masih belum diketahui.

Kedutaan Besar China mendesak otoritas Jepang untuk segera menangkap para pelaku penyerangan di Tokyo dan menjamin keselamatan serta hak-hak hukum warga negara China di Jepang sebagai respons terhadap meningkatnya sentimen xenofobia dalam masyarakat Jepang belakangan ini.

Pada September tahun lalu di China selatan, seorang siswa Jepang berusia 10 tahun meninggal dunia setelah ditikam oleh seorang pria China tidak jauh dari gerbang Shenzhen Japanese School di Kota Shenzhen. Pelaku penikaman dijatuhi hukuman mati.

Juni 2024, seorang perempuan Jepang dan anaknya terluka dalam serangan oleh seorang pria China, juga di Suzhou. Seorang petugas bus asal China yang berusaha melindungi mereka dari serangan tersebut tewas. Pelaku dijatuhi hukuman mati.

Pada Jumat, Kamar Dagang dan Industri Jepang di China menyerukan kepada otoritas China agar menjamin keselamatan dan keamanan warga Jepang.

"Sangat disayangkan bahwa insiden seperti ini kembali terjadi. Menjamin keselamatan karyawan dan keluarga mereka adalah hal yang mendasar dalam menjalankan bisnis di China," bunyi pernyataan mereka seperti dilansir AP.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya