Waspada, Modus Penipuan di Industri Keuangan Makin Canggih

Modus penipuan diproyeksi akan semakin berkembang, dan menggunakan teknologi yang semakin canggih

oleh Septian DenyDiterbitkan 02 Agustus 2025, 22:00 WIB
(Foto:Ilustrasi)

 

Liputan6.com, Jakarta Modus Penipuan telah berevolusi dimulai dari metode manual, sekarang telah menjadi digital. Bahkan, modus penipuan diproyeksi akan semakin berkembang, dan menggunakan teknologi yang semakin canggih. Hal ini akan membuat sistem konvensional semakin sulit untuk mengidentifikasi aksi para penipu.

Berkaca dari hal tersebut, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menyelenggarakan program Risk Awareness Series 2025 bertema “Behind the Mask: Uncovering the Psychology and Tactics of Modern Scams.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran seluruh pegawai dan tenaga pemasar Prudential Indonesia terhadap berbagai modus scam yang kian kompleks di era digital, mulai dari email phishing, penipuan belanja online, peluang investasi palsu, hingga pencurian identitas yang menargetkan segala lapisan masyarakat.

“Kami senantiasa menerapkan kepatuhan dan mewujudkan tata kelola perusahaan dengan memastikan internal perusahaan memiliki kewaspadaan tinggi dan siap melindungi diri sendiri termasuk dalam menjaga keamanan data dan transaksi nasabah dari risiko scam tersebut," kata President Director Prudential Indonesia Tony Benitez dikutip Sabtu (2/8/2025).\

Adapun berbagai program untuk menghindari dan memitigasi terjadinya scam yang telah diinisasi oleh Prudential Indonesia, antara tidak menolerir segala bentuk tindakan fraud, pemetaan risiko fraud, sistem deteksi dini perilaku kecurangan, dan prosedur respon terhadap kasus fraud.

 

 

Tingkatkan Kesadaran

ilustrasi akuntansi (sumber: freepik)

Chief Risk & Compliance Officer, Prudential Indonesia Maria Rosalinda menegaskan komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang teredukasi, patuh terhadap regulasi dan mampu mengenali dan mencegah potensi dan risiko scam.

“Peningkatan kesadaran dan edukasi yang dimulai dari pegawai dan tenaga pemasar agar dapat mengenali, menghindari, melaporkan, dan memulihkan diri dari scam,”kata Maria. 

Hal ini juga sejalan dengan Peraturan OJK nomor 12 tahun 2024 tentang Penerapan Strategi Anti Fraud bagi Lembaga Jasa Keuangan, di mana setiap lembaga jasa keuangan diwajibkan untuk mengembangkan dan menerapkan strategi anti-fraud yang komprehensif untuk mencegah, mendeteksi dan menanggapi aktivitas penipuan. 

“Dengan meningkatnya literasi digital serta pemahaman mengenai modus penipuan, dalam jangka panjang, perusahaan dapat terus mendukung terciptanya ekosistem industri asuransi yang sehat dan terpercaya bagi nasabah agar merasa aman dan nyaman dalam bertransaksi,” ungkap Maria.

 

Bahaya Scam

Modus penipuan baru dengan menggunakan nomor telepon aneh +242. (Ilustrasi: KCBI)

Prudential Indonesia juga senantiasa bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, untuk terus meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan risiko dan bahaya dari scam dan meningkatkan layanan kepada nasabah yang didukung inovasi teknologi seperti sistem Electronic Know Your Customer (eKYC) dan tanda tangan digital pada pengajuan polis baru secara opsional.

Tujuannya ialah memberikan ketenangan bagi nasabah ketika melakukan transaksi dan menginformasikan data pribadinya kepada Prudential Indonesi, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi di Indonesia. 

Ke depannya, Prudential Indonesia berharap pegawai dan tenaga pemasar Prudential Indonesia dapat menjadi agen perubahan dalam membangun budaya anti-scam di lingkungan kerja maupun masyarakat luas.

“Tantangan dalam memberantas fraud di industri asuransi amat nyata. Dibutuhkan ketekunan dan keberanian untuk melakukan investigasi lapangan dan juga memiliki SOP yang mumpuni dalam merespon kasus fraud," tutup Director PT Global Investigasi Agus Bangun Rahardja.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya