Robert Kiyosaki Ungkap 2 Aset Paling Berharga di Dunia, Emas dan Kripto?

Di tengah prediksi krisis ekonomi besar, penulis Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki menekankan bahwa ada dua aset paling berharga yang harus dikelola bijak. Aset tersebut bukan emas dan kripto seperti yang ia bilang selama ini.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 02 Agustus 2025, 06:00 WIB
Ilustrasi berbagai macam aset kripto. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Penulis buku keuangan legendaris Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, kembali menarik perhatian publik lewat pernyataan terbarunya di media sosial. Dalam sebuah unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), ia membagikan pandangannya soal dua aset paling berharga yang dimilikinya — dan kali ini bukan emas ataupun Bitcoin.

Dikutip dari U.Today, Sabtu (2/8/2025), Kiyosaki baru saja menghadiri acara Limitless di Dallas, sebuah pameran bertema kebebasan finansial yang ditujukan untuk para investor dan wirausahawan. Ia mengaku banyak belajar dari ajang tersebut, meskipun tidak semua hal yang ia temui menyenangkan.

"Saya belajar banyak di Limitless, tetapi tidak semuanya menyenangkan," tulis Kiyosaki.

Dalam refleksinya, ia menyebut dua aset paling berharga yang dimiliki setiap orang, yakni waktu dan uang. Ia pun melempar pertanyaan penting kepada jutaan pengikutnya: "Untuk apa Anda menghabiskan waktu dan uang Anda?"

Prediksi Krisis Ekonomi Besar

Di unggahan lainnya, Kiyosaki kembali memperingatkan publik soal kemungkinan terjadinya kejatuhan pasar terbesar sejak Depresi Besar 1929. Ia menyebut gejala-gejala yang menurutnya mengkhawatirkan sudah mulai terlihat, termasuk jatuhnya pasar saham.

Ia juga menyoroti langkah dua investor kawakan, Warren Buffett dan Jim Rogers, yang diklaim telah menjual semua saham dan obligasi mereka serta kini memilih menyimpan uang tunai dan perak.

“Kita mungkin berada di ambang kehancuran 1929 lainnya dan Depresi Besar lainnya... Amerika adalah negara dengan debitur terbesar dalam sejarah,” tegasnya.

Kiyosaki memperingatkan, sebagian besar dana pensiun di AS seperti 401(k) dan IRA sepenuhnya terikat pada pasar saham. Jika pasar terus anjlok, maka nilai investasi masyarakat dalam program tersebut akan ikut menyusut drastis.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Strategi Investasi Kiyosaki: Emas, Perak, dan Bitcoin

Ilustrasi berbagai macam aset kripto. (Foto By AI)

Meski menekankan pentingnya waktu dan uang sebagai aset utama, Kiyosaki tetap teguh pada pendekatan investasinya. Ia menyatakan bahwa dirinya masih memegang tiga aset utama: emas, perak, dan Bitcoin.

“Saya berpegang teguh pada emas, perak, dan Bitcoin,” tulisnya.

Menurut dia, ketiga aset itu menjadi pelindung nilai terbaik di tengah kondisi ekonomi global yang rapuh, khususnya dengan terus meningkatnya utang nasional AS dan kebijakan pencetakan uang oleh pemerintah.

 

Bitcoin Turun, Ketidakpastian Meningkat

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Di sisi lain, harga Bitcoin, yang menjadi salah satu andalan investasi Kiyosaki, saat ini tengah mengalami tekanan. Berdasarkan data terbaru, BTC turun 3,12% dalam 24 jam terakhir, dipicu oleh keputusan Federal Reserve yang kembali menahan diri untuk tidak memangkas suku bunga.

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD 114.800 per koin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya