Motif dan Otak Penembakan Dua Warga Australia di Bali Masih Misterius, Polisi Gelar Rekonstruksi

Teka-teki motif dan dalang penembakan dua warga negara Australia di Villa Casa Santisya, Badung, Bali, masih belum terungkap.

oleh Destarita RahmawatiDiterbitkan 31 Juli 2025, 04:15 WIB
Rekonstruksi penembakan dua warga negara Australia di Villa Casa Santisya, Badung, Bali, Rabu (30/7/2025). (Liputan6.com/Destarita Rahmawati)

Liputan6.com, Jakarta Teka-teki motif dan dalang penembakan dua warga negara Australia di Villa Casa Santisya, Badung, Bali, masih belum terungkap.

Meski tiga pelaku telah ditangkap dan diperiksa, kepolisian belum mengungkap motif di balik aksi brutal yang menewaskan Zivan Radmanovic (33) dan melukai Sanar Ghanim (35).

Rekonstruksi peristiwa penembakan dilakukan, Rabu (30/7/2025), di enam lokasi berbeda. Rekonstruksi dimulai dari Toko Sinar Harapan, tempat Darcy Francesco Jenson (37) membeli martil yang digunakan untuk merusak pintu. Lokasi selanjutnya adalah Villa Casa Santisya sebagai lokasi utama penembakan.

Selain itu, polisi juga memperagakan adegan di sejumlah titik lain seperti toko Circle K dekat villa, toko Sinar Harapan, Villa Lotus Tumbak Bayuh, wilayah Buwit (Tabanan), serta Jalan Anyelir di Kediri, Tabanan.

Lokasi-lokasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian kejadian mulai dari persiapan hingga setelah penembakan.

Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara menyampaikan bahwa total ada 11 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi warga Australia ini.

"Adegan itu sejumlah 11 adegan dan yang Toko Sinar Harapan, sampai dengan di sini (Villa Casa Santisya) dan kemudian berakhir nanti di jalan Anyelir," ujar Arif.

Adegan awal di Villa Casa Santisya memperlihatkan dua pelaku, Tupou Pasa I Midolmore (37) dan Coskun Mevlut (23), terlihat oleh seorang saksi yang sedang membeli rokok di seberang warung tempat kedua pelaku berhenti.

Tupou mengenakan helm dengan sebo dan jaket ojek online, sedangkan Coskun hanya memakai hoodie dan menutup wajahnya dengan sebo.

Setelahnya, kedua pelaku berkendara dengan motornya hingga ke depan pintu masuk vila. Kemudian mereka berdua turun dari motor untuk menuju kamar korban. Mereka merusak pintu kamar dengan martil.

Setelah berhasil masuk, Tupou dan Coskun berpencar. Tupou masuk ke kamar Zivan Radmanovic, sedangkan Coskun ke kamar Sanar Ghanim. Penembakan pun terjadi. Zivan tewas di kamar mandi, sementara Sanar berhasil menyelamatkan diri.

 

Polisi Belum Ungkap Motif dan Dalang Penembakan

Rekonstruksi penembakan dua warga negara Australia di Villa Casa Santisya, Badung, Bali, Rabu (30/7/2025). (Liputan6.com/Destarita Rahmawati)

Hingga kini, polisi belum mengungkap secara pasti motif penembakan. Menurut Arif, penyidikan masih berjalan.

"Sampai saat ini kita tetap melakukan penyidikan, masalah nanti motif ataupun apa pun itu, ketika misalnya nanti di fakta persidangan baru kelihatan," ujar Arif.

Selama rekonstruksi, ketiga pelaku terlihat kooperatif. Mereka dalam kondisi tangan diborgol, kaki dirantai, dan dikawal ketat oleh petugas bersenjata lengkap, termasuk personel Satuan Brimob.

"Karena perlakuannya kita buat seperti sesuai dengan SOP. Kita takut hal yang tidak diinginkan atau kabur atau melawan petugas. Sehingga proses penyidikan kita ini tidak berjalan dengan baik. Maka kita khususkan," jelasnya.

Arif juga menyebut bahwa hasil rekonstruksi sejauh ini sesuai dengan hasil penyidikan. "Ya hasil penyelidikan sesuai dengan kita lihat bersama ya. Bahwasannya adegan itu memang itu hasilnya," katanya.

Meski begitu, jenis senjata yang digunakan dalam penembakan masih belum diumumkan secara resmi oleh pihak kepolisian. "Jadi saya tidak bisa menyimpulkan, nanti fakta persidangan yang berbicara seperti itu," ucap Arif.

Siapa sebenarnya otak di balik penembakan dua korban oleh tiga pelaku ini masih belum diketahui. Polisi menyebut masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan dari pihak kejaksaan. "Masa penahanan pelaku sendiri maksimal enam bulan," tambahnya.

Untuk diketahui peristiwa penembakan itu terjadi pada Sabtu (14/6/2025) di Villa Casa Santisya.

Berdasarkan laporan warga yang mendengar suara tembakan dan keributan, polisi mendatangi lokasi dan menemukan satu korban tewas serta satu korban luka.

Penyelidikan awal menunjukkan pelaku dan korban merupakan sesama warga Australia. Ketiga pelaku ditangkap beberapa hari setelah kejadian.

Infografis

Infografis 4 Kasus Polisi Tembak Polisi Gemparkan Indonesia. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya