BMKG: Pemutakhiran Tsunami Akibat Gempa Rusia, Telah Terdeteksi 0,1 hingga 0,2 Meter di Papua

BMKG melaporkan pemutakhiran tsunami terkini setelah gempa Rusia berkekuatan 8,7 magnitudo di Kamchatka, Rusia, Rabu pagi (30/7/2025) dan pada siang hari pukul 14:14 WIB, tsunami akibat gempa terdeteksi di Jayapura, Provinsi Papua.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 30 Juli 2025, 16:50 WIB
BMKG melaporkan pemutakhiran tsunami terkini setelah gempa Rusia berkekuatan 8,7 magnitudo di Kamchatka, Rusia, Rabu pagi (30/7/2025) dan pada siang hari pukul 14:14 WIB, tsunami akibat gempa terdeteksi di Jayapura, Provinsi Papua.

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pemutakhiran tsunami terkini setelah gempa berkekuatan 8,7 magnitudo mengguncang wilayah Pesisir Timur Kamchatka, Rusia, Rabu pagi (30/7/2025). Getaran dahsyat tersebut memicu peringatan potensi tsunami di sejumlah wilayah Indonesia.

Hasil analisis BMKG, gempa Rusia tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia dengan status Waspada (ketinggian tsunami kurang dari 0.5m) yaitu Talaud, Kota Gorontalo, Halmahera Utara, Manokwari, Rajaampat, Biaknumfor, Supiori, Sorong bagian Utara, Jayapura, dan Sarmi.

Dan pada siang hari pukul 14:14 WIB, tsunami akibat gempa terdeteksi di Jayapura, Provinsi Papua.

"Pemutakhiran tsunami akibat gempa magnitudo: 8.7SR telah terdeteksi di Kamchatka (pukul 06:51 WIB) 0,8 meter, Jayapura (pukul 14:14 WIB) 0,2 meter, Sarmi (pukul 14:20 WIB) 0,1 meter, dan Sorong (pukul 14:35 WIB)," papar BMKG dikutip Liputan6.com dari akun sosial media X atau Twitter @infoBMKG, Rabu (30/7/2025).

Sebelumnya, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, hasil analisis menunjukkan gempa tersebut berpotensi memicu tsunami di sejumlah wilayah Indonesia dengan status waspada atau ketinggian gelombang kurang dari 0,5 meter.

BMKG mengkonfirmasi wilayah yang berstatus waspada antara lain Kepulauan Talaud dengan estimasi waktu tiba gelombang pukul 14.52.24 WITA, Kota Gorontalo (16.39.54 WITA), Halmahera Utara (16.04.24 WIT), Manokwari (16.08.54 WIT).

Kemudian Raja Ampat (16.18.54 WIT), Biak Numfor (16.21.54 WIT), Supiori (16.21.54 WIT), Sorong Bagian Utara (16.24.54 WIT), Jayapura (16.30.24 WIT), dan Sarmi (16.30.24 WIT).

"Masyarakat di wilayah pesisir yang terdampak agar tetap tenang dan menjauhi pantai sampai ada pernyataan resmi lebih lanjut," kata Daryono. Dikutip dari Antara.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa tersebut di wilayah Indonesia.

 

4 Imbauan BMKG Terhadap Potensi Tsunami di Indonesia Setelah Gempa Rusia Bermagnitudo 8,7

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono pun menyampaikan sejumlah imbauan terhadap potensi tsunami di Indonesia. (YouTube BMKG)

Gempa berkekuatan 8,7 magnitudo mengguncang wilayah Pesisir Timur Kamchatka, Rusia, Rabu pagi (30/7/2025). Getaran dahsyat tersebut memicu peringatan potensi tsunami di sejumlah wilayah Indonesia.

Hasil analisis BMKG, gempa Rusia tersebut berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia dengan status Waspada (ketinggian tsunami kurang dari 0.5m) yaitu Talaud, Kota Gorontalo, Halmahera Utara, Manokwari, Rajaampat, Biaknumfor, Supiori, Sorong bagian Utara, Jayapura, dan Sarmi.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono pun menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di wilayah yang berpotensi tsunami tersebut.

"Untuk masyarakat pesisir di wilayah tersebut untuk tetap tenang dan menjauhi pantai," terang Daryono dalam konferensi pers yang ditayangkan dalam kanal YouTube resmi BMKG, Rabu (30/7/2025).

Berikut imbauan BMKG:

  1. Kepada masyarakat pesisir di wilayah tersebut untuk tetap tenang dan menjauhi pantai.
  2. Hati-hati untuk wilayah teluk, bentuk pantai bisa mengamplifikasi tsunami.
  3. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.
  4. Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, telegram channel, atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android).

Sebelumnya, gempa magnitudo 8,7 mengguncang pesisir timur Kamchatka, Rusia, diprediksi berimbas ke Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami, Rabu (30/7).

 

Rusia Diguncang Gempa Magnitudo 8,7, Picu Peringatan Tsunami di Australia

Titik pusat gempa berada di timur laut Rusia dan mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka pada Rabu (30/7/2025) (Dok. Geoscience Australia).

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (The Pacific Tsunami Warning Center) memasukkan Australia ke dalam daftar peringatan terancam terdampak tsunami dengan menyatakan bahwa gelombang setinggi 0,3 hingga 1 meter kemungkinan akan melanda di sepanjang pantainya.

Namun, Biro Meteorologi Australia belum mengeluarkan peringatan untuk negara tersebut, dikutip dari laman The Guardian, Rabu (30/7/2025).

Gempa berkekuatan magnitudo 8,7 mengguncang Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada hari Rabu (30/7) memicu peringatan tsunami di sejumlah negara, termasuk Jepang dan Amerika Serikat.

Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan tsunami tentang gelombang di pesisir Pasifiknya setelah gempa melanda.

Siaran pers publik Jepang, NHK, mengatakan perintah evakuasi telah dikeluarkan oleh pemerintah untuk beberapa wilayah, yang mencakup ratusan kilometer.

Para pekerja pabrik dan penduduk di Hokkaido utara Jepang dievakuasi ke sebuah bukit yang menghadap ke laut, menurut rekaman dari stasiun televisi TBS.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik AS, yang berbasis di Honolulu, juga memperingatkan kemungkinan gelombang tinggi menghantam pesisir Rusia dan Hawaii, serta wilayah kepulauan AS, Guam.

Peringatan Sistem Peringatan Tsunami AS untuk Hawaii menyebutkan tsunami dapat menyebabkan "kerusakan di sepanjang garis pantai semua pulau di negara bagian tersebut", dengan mengatakan "tindakan segera harus diambil untuk melindungi jiwa dan harta benda".

Minimnya Kewaspadaan Terhadap Bencana Gempa Bumi di Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya