Marak Bangunan Liar di Pemakaman Kebon Nanas: 730 Orang Tinggal ‘di Atas’ Kuburan Tua

Sebanyak 730 jiwa atau 220 kepala keluarga (KK) tinggal di atas makam tua di Tempat Pemakaman Umum Kebon Nanas, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiperbarui 29 Juli 2025, 19:01 WIB
Kondisi makam warga keturunan China di TPU Kebon Nanas, Jakarta, Selasa (21/1/2020). Banyak kuburan di TPU ini dengan kondisi nisan rusak, ditumbuhi tanaman liar, tanah ambles, menjadi tempat pembuangan sampah warga, hingga menjadi tempat tinggal tunawisma. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta Sebanyak 730 jiwa atau 220 kepala keluarga (KK) tinggal di atas kuburan tua di Tempat Pemakaman Umum Kebon Nanas, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur.

Mereka yang tinggal bukan hanya warga ber-KTP Jakarta Timur, tapi juga ada dari luar Jakarta, seperti Bekasi dan Jakarta Utara. Total ada sekitar 730 jiwa, termasuk anak-anak dan orang tua.

"Tercatat sekitar 220 KK tinggal di sini," kata Ketua Pengelola Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas Muhaimin di Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (29/7/2025)

Permukiman ilegal itu berdiri di atas area pemakaman Buddha atau pemakaman China yang sebagian makamnya sudah dikremasi atau dipindahkan.

"Di sini itu pemakaman Buddha, pemakaman China. Beberapa memang sudah dipindahkan rangkakannya, ada juga yang dikremasi. Tapi ada juga yang masih aktif," ujar Muhaimin.

Menurut Muhaimin, makam-makam di lokasi tersebut sudah ada sejak tahun 1890 sehingga besar kemungkinan ahli waris atau keturunannya sudah berpindah tempat tinggal dan tak lagi rutin berziarah.

"Keluarganya kemungkinan keturunannya jauh. Karena makam ini kan adanya kita cek dari tahun 1890 sudah ada dimakamkan di sini," katanya.

Kemungkinan keturunannya sudah pindah atau sudah habis sehingga jarang yang menziarahi. "Ada juga yang memang sudah dipindah rangkakan," katanya.

Warga memanjatkan doa saat berziarah ke makam kerabat di Taman Pemakaman Umum (TPU) Kemiri, Rawamangun, Jakarta, Minggu (23/4/2023). (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Kuburan yang Dikuasai

Sebagian lahan yang sudah tidak digunakan oleh pemilik lama itu kini dipakai ulang untuk unit pemakaman baru, baik untuk umat Muslim maupun Kristen. Namun, area tersebut kini justru dikuasai oleh ratusan warga yang membangun permukiman liar.

"Kejadiannya memang sudah lama, sebelum saya bertugas. Tapi sekarang kami mulai lakukan penertiban, supaya tidak ada bangunan baru lagi," katanya.

Di tengah keterbatasan lahan pemakaman di Jakarta, keberadaan permukiman di atas makam menjadi perhatian serius. Penertiban pun terus dilakukan secara bertahap agar lahan pemakaman tidak terus disalahgunakan.

"Di bawah sana itu kebetulan saya sendiri bertugas di sini efektif, baru menjalankan tugas baru dua bulan. Kejadiannya memang sudah seperti ini. Tapi kita tertibkan untuk pencegahan jangan sampai ada bangunan kembali," ujar Muhaimin.

Marak Aksi Mesum Pemuda di Kuburan

Sebelumnya diberitakan, aksi mesum sepasang muda-mudi di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, viral di sosial media dan memicu keresahan warga sekitar.

Dalam video yang beredar, pasangan tersebut tertangkap basah sedang berbuat tak senonoh di area makam pada Minggu (27/7) pagi.

Lokasi kejadian berada di blad 17, salah satu area yang sedang dikembangkan sebagai lahan baru. Wilayah ini rawan karena terdapat banyak bangunan liar dan akses masuk yang tidak terkendali.

Bahkan, pengawasan di area tersebut belum sepenuhnya optimal karena luasnya wilayah kuburan mencapai sekitar 17 hektare.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya