Kian Mesra dengan Korea Utara, Rusia Buka Penerbangan Langsung Moskow–Pyongyang

Bagaimana dengan frekuensi penerbangan rute baru Moskow-Pyongyang ini? Temukan jawabannya di bawah ini.

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 28 Juli 2025, 10:44 WIB
Pesawat Boeing 777-200ER milik maskapai Rusia, Nordwind Airlines, lepas landas dalam penerbangan perdana yang menghubungkan Moskow dan Pyongyang dari Bandara Internasional Sheremetyevo, Moskow, pada Minggu, (27/7/2025). Peristiwa ini terjadi di tengah menghangatnya hubungan Rusia dan Korea Utara. (Dok. AP)

Liputan6.com, Moskow - Rusia pada Minggu (27/7/2025), membuka jalur penerbangan reguler antara Moskow dan Pyongyang, sebuah langkah yang mencerminkan hubungan yang semakin erat dengan Korea Utara.

Penerbangan pertama yang dioperasikan oleh maskapai Rusia, Nordwind, lepas landas dari Bandara Sheremetyevo di Moskow dengan membawa lebih dari 400 penumpang. Kementerian Transportasi Rusia mengatakan bahwa akan ada satu penerbangan setiap bulan untuk memenuhi permintaan. Demikian seperti dilansir AP.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, yang awal bulan ini mengunjungi resor pantai Wonsan-Kalma di Korea Utara untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, berjanji akan mendorong wisatawan Rusia untuk mengunjungi kompleks tersebut.

Resor, yang dapat menampung hampir 20.000 orang, itu menjadi pusat dari upaya Kim untuk meningkatkan sektor pariwisata demi memperbaiki kondisi ekonomi negaranya.

Korea Utara telah melonggarkan pembatasan yang diberlakukan selama pandemi COVID-19 dan mulai membuka kembali perbatasannya secara bertahap. Namun, negara tersebut belum menyatakan apakah akan sepenuhnya membuka kembali pariwisata internasional.

Penerbangan reguler antara Vladivostok, kota pelabuhan di timur Rusia, dan Pyongyang dibuka kembali pada 2023 setelah sempat terhenti akibat pandemi COVID-19.

Rusia dan Korea Utara telah memperluas kerja sama militer dan hubungan lainnya secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk dengan Pyongyang memasok senjata dan pasukan untuk mendukung aksi militer Rusia di Ukraina.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya