Rupiah Dibuka Melemah Tipis, Potensi Penguatan Terbuka Lebar

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, kurs rupiah berpotensi menguat seiring harapan kesepakatan tarif ke depan, menyusul perjanjian antara Uni Eropa (UE) dengan Amerika Serikat (AS).

oleh Arthur GideonDiterbitkan 28 Juli 2025, 10:20 WIB
Pada Senin (28/7/2025), nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta melemah sebesar 9 poin atau 0,06 persen menjadi Rp 16.329 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.320 per dolar AS. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan Senin pagi ini. Pelemahan rupiah ini lebih dipengaruhi faktor eksternal. Analis memperkirakan ada kemungkian rupiah bakal menguat hari ini. 

Pada Senin (28/7/2025), nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta melemah sebesar 9 poin atau 0,06 persen menjadi Rp 16.329 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.320 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, kurs rupiah berpotensi menguat seiring harapan kesepakatan tarif ke depan, menyusul perjanjian antara Uni Eropa (UE) dengan Amerika Serikat (AS).

“Namun, penguatan mungkin terbatas dan juga ada potensi berbalik melemah, mengingat pekan ini investor mengantisipasi sikap hawkish The Fed dalam FOMC (Federal Open Market Committee),” katan Lukman Leong, di Jakarta, Senin.

Mengutip Sputnik, kesepakatan perdagangan antara AS dan UE mencakup tarif nol banding nol untuk produk-produk strategis tertentu, termasuk semua pesawat dan komponennya, serta bahan baku kritis, kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Hal ini juga mencakup bahan kimia tertentu, obat generik tertentu, peralatan semikonduktor, produk pertanian tertentu, hingga sumber daya alam.

Von der Leyen lebih lanjut mengatakan EU akan membeli "sejumlah besar" gas alam cair, minyak bumi, dan bahan bakar nuklir dari AS, sehingga mendiversifikasi sumber pasokan sekaligus berkontribusi pada ketahanan energi Eropa, katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa nilai energi yang diimpor dari AS akan mencapai USD 750 miliar dalam tiga tahun, atau 250 miliar dolar AS setiap tahunnya.

Pemotongan Suku Bunga

Di sisi lain, potensi penguatan kurs rupiah diprediksi terbatas, karena The Fed diduga takkan memangkas suku bunga dan Gubernur Bank Sentral AS bakal kembali mengeluarkan pernyataan hawkish terkait inflasi.

Rentetan data ekonomi penting AS, seperti data tenaga kerja Nonfarm Payrolls (NFP), inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE), dan data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II AS yang diperkirakan akan menguat akan mendukung dolar AS.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, nilai tukar rupiah diprediksi berkisar Rp 16.250-Rp 16.400 per dolar AS.

 

Amerika Serikat dan Uni Eropa Sepakati Tarif 15%, Ini Poin-poinnya

Presiden Donald Trump menunjuk seorang wartawan untuk mengajukan pertanyaan saat berbicara kepada media, Jumat (27/6/2025), di Gedung Putih, Washington, DC, Amerika Serikat. (Dok. AP/Jacquelyn Martin) 

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan AS telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa pada Minggu, 27 Juli 2025 waktu setempat.

Hal ini setelah diskusi pentingan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen beberapa hari sebelum batas waktu tarif 1 Agustus.

Mengutip CNBC, Senin (28/7/2025), Trump menuturkan, kesepakatan tersebut mengenakan tarif 15% untuk sebagian besar barang Eropa yang diimpor AS termasuk mobil.

“Beberapa produk, termasuk pesawat terbang, dan komponennya serta beberapa bahan kimia dan farmasi, tidak akan dikenakan tarif,” kata von der Leyen.

Ia juga menuturkan, tarif baru 15% tidak akan ditambahkan ke tarif yang sudah berlaku.

Tarif 15% ini lebih rendah dari tarif 30% yang sebelumnya diancamkan Trump terhadap mitra dagang terbesar Amerika Serikat, tetapi lebih tinggi dari tarif dasar 10% yang diharapkan Uni Eropa.

Trump mengatakan, blok beranggotakan 27 negara tersebut juga sepakat untuk membeli energi AS senilai USD 750 miliar atau Rp 12.263 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.351) dan menginvestasikan tambahan investasi senilai USD 600 miliar atau Rp 9.810 triliun ke AS di atas level saat ini.

Ia mengatakan, Uni Eropa tersebut juga akan "membeli peralatan militer senilai ratusan miliar dolar AS," tetapi tidak menyebutkan jumlah dolar AS yang spesifik.

"Ini kesepakatan yang sangat kuat, kesepakatan yang sangat besar, ini yang terbesar dari semua kesepakatan," kata Trump pada Minggu bersama von der Leyen.

"Ini kesepakatan yang bagus, kesepakatan yang sangat besar, dengan negosiasi yang alot," kata von der Leyen setelah pertemuan tersebut.

Momen Penting bagi Trump

Presiden Donald Trump berbicara dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Selasa, 8 Juli 2025, di Washington. (Foto AP/Evan Vucci)

Meskipun masih ada pertanyaan mengenai detail spesifik dan linimasa investasi Uni Eropa, perjanjian ini menandai momen penting bagi Trump, setelah berminggu-minggu ketidakpastian seputar perundingan perdagangan AS-Uni Eropa.

Dalam konferensi pers sebelum pertemuannya dengan pemimpin Eropa, Trump mengatakan bahwa ada peluang 50-50 mereka akan mencapai kerangka kesepakatan.

Brussels telah mempersiapkan skenario tanpa kesepakatan jika perundingan perdagangan mengalami kemunduran sebelum 1 Agustus.

Para anggota parlemen telah menyetujui paket besar tarif balasan, yang akan menargetkan berbagai barang AS. Blok tersebut juga mempertimbangkan untuk menerapkan "Instrumen Anti-Paksaan" Uni Eropa, sebuah langkah yang dipandang sebagai "bazoka perdagangan" blok perdagangan tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya