Liputan6.com, Jakarta - Selama ini, tas Birkin dikenal sebagai simbol glamor yang melekat erat dengan dunia perempuan. Mulai dari selebritas Hollywood sampai sosialita papan atas, banyak yang menjadikan tas mewah keluaran Hermès ini sebagai penanda status dan gaya hidup kelas atas.
Tapi, zaman sudah berubah. Apa yang dulu dianggap terlalu feminin, sekarang justru menjadi bentuk baru dari kebebasan berekspresi. Pria-pria berpengaruh dari dunia hiburan, olahraga, hingga mode, tampil modis sambil membawa tas tangan yang dulunya hanya kita lihat di tangan para wanita kaya.
Advertisement
Mulai dari jalanan New York hingga panggung Paris Fashion Week, Birkin telah menjadi bagian dari gaya hidup pria modern yang mengutamakan detail, kualitas, dan citra diri. Di antara figur publik, ada A$AP Rocky dan Travis Scott yang kerap terlihat menenteng tas ini dalam berbagai kesempatan.
Mereka memadukan Birkin dengan gaya pribadi masing-masing, mulai dari busana streetwear hingga formal elegan. Tas ini pun terasa fleksibel untuk berbagai suasana.
Simbol Kesuksesan Pria
Pria modern menjadikan tas ini sebagai aksesori yang tak hanya fungsional, tapi juga penuh pernyataan gaya. Tas Birkin dikenal karena keanggunannya, kualitas kulit premium, dan reputasinya sebagai barang langka. Seperti kaum wanita, kaum adam juga menganggap tas ini sebagai bentuk pencapaian dan kekuatan finansial, seperti halnya jam tangan mewah atau mobil sport.
Petinju Floyd Mayweather, misalnya, pernah menghabiskan 80.000 USD dalam 10 menit hanya untuk membeli empat buah tas Birkin. Atlet seperti Christian McCaffrey dan Stefon Diggs bahkan membawa tas Hermès mereka ke arena pertandingan, bukan untuk pamer, melainkan sebagai bagian dari identitas gaya mereka.
Di NBA, pemain seperti Kyle Kuzma juga mengikuti tren ini. Tas yang dulunya dianggap eksklusif bagi perempuan kini justru melengkapi penampilan pria-pria berpengaruh.
Sinyal Perubahan Dunia Fashion
Tren pria membawa Birkin juga menandakan bahwa dunia fashion sedang bergerak menuju arah yang lebih bebas. Dulu, ada batasan yang cukup kaku antara pakaian dan aksesori pria serta wanita. Tapi kini, batas itu mulai menghilang. Semakin banyak pria merasa nyaman mengenakan barang-barang yang dulunya dianggap hanya untuk perempuan, termasuk tas tangan.
Desainer dan stylist melihat ini sebagai langkah maju dalam dunia mode. Fashion seharusnya menjadi media untuk berekspresi, bukan sesuatu yang membatasi.
Birkin adalah simbol dari semangat itu. Barang itu bukan lagi sekadar tas mahal, melainkan representasi dari cara baru berpikir tentang gaya dan identitas.
Ketika seorang pria membawa Birkin, dia bukan hanya menunjukkan selera tinggi, tapi juga keberanian untuk tampil berbeda. Itulah esensi dari fesyen saat ini.
Tak heran pula bila pemenang lelang tas Birkin asli adalah seorang pria. Ia adalah pengusaha Jepang Shinsuke Sakimoto.
Curhat Pria Jepang Pemenang Lelang Tas Birkin Termahal
Nilai akhir lelang tas Birkin yang mencapai 7 juta euro, sekitar Rp165 miliar itu sempat membuatnya mual. "Itu adalah pembelian termahal yang pernah saya lakukan untuk satu barang. Sangat menyenangkan, tapi benar-benar membuat saya mual," kata CEO perusahaan penjualan kembali barang mewah Valuence Holdings itu, dikutip dari CNN, Sabtu, 2 Agustus 2025.
Pria berusia 43 tahun itu merupakan calon pembeli yang tak terduga untuk salah satu artefak fesyen paling didambakan, sebuah prototipe yang dirancang untuk mendiang "it-girl" Inggris, Jane Birkin, yang kini telah menjadi barang mewah utama.
Shinsuke ternyata adalah mantan pemain liga sepak bola papan atas Jepang. Ia bermain di beberapa pertandingan profesional sebelum dilepas klub dan pensiun di usia 22 tahun. Ia kemudian banting setir menjadi pengusaha dan membuka toko barang bekas mewah pertamanya di Osaka pada 2004, setelah sebelumnya bekerja di bisnis barang bekas milik ayahnya.