Liputan6.com, Jakarta - Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Nasaruddin Umar, meresmikan langsung Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Pondok Pesantren Al-Ikhlas, Desa Ujung, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Minggu (27/7/2025).
Advertisement
Dalam peresmian operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut, Nasaruddin didampingi Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Nyoto. Dalam acara tersebut, Menag Nasaruddin juga menandatangani prasasti sebagai penanda resmi beroperasinya Dapur MBG pertama di Kabupaten Bone.
Nasaruddin turut meninjau langsung kesiapan instalasi dapur, yang berada di lingkungan pesantren, dan memastikan bahwa seluruh fasilitas telah memenuhi standar halal serta dilengkapi sistem sanitasi terbaik.
Nasaruddin menyampaikan apresiasi kepada Badan Gizi Nasional dan Presiden RI Prabowo Subianto atas inisiatif program MBG ini. Dia menilai penunjukan Kabupaten Bone sebagai lokasi pertama merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Atas nama warga Desa Ujung dan sekitarnya, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo dan BGN. Kami merasa sangat bangga dan gembira karena Bone dipilih menjadi tempat penyelenggaraan program ini,” kata Nasaruddin, Minggu (27/7/2025).
Model Percontohan Nasional
Lebih lanjut, Nasaruddin menegaskan, komitmen Kementerian Agama untuk menjadikan dapur MBG ini sebagai model percontohan nasional.
“Kami akan menjadikan dapur ini sebagai salah satu rumah gizi terbaik. Kami akan terus melengkapi fasilitas yang ada agar kualitasnya melampaui standar ditetapkan BGN. Ini sejalan Visi Pondok Pesantren Al-Ikhlas sebagai pesantren berkelas internasional,” tuturnya.
Ia berharap dapur MBG ini dapat menjadi model pelayanan gizi yang sehat, tetapi juga berkelanjutan. Menurutnya, hal ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem dukungan sosial dan pendidikan di lingkungan pesantren.
Dapur MBG ini lebih dari sekadar penyedia makanan, dapur ini diharapkan menjadi katalisator bagi penguatan ekonomi lokal. Bahan pangan akan dipasok langsung dari masyarakat sekitar, termasuk nelayan, petani, dan peternak di Kabupaten Bone.
“Ikannya dari nelayan setempat, sayur-mayur dari pedagang lokal, ayam dan daging juga dari peternak di sekitar sini. Jadi, selain menyuplai makanan bergizi, dapur ini juga jadi penggerak ekonomi warga. Manfaatnya akan dirasakan langsung masyarakat,” kata Nasaruddin.
Prinsip Gizi seimbang
Sementara, Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Nyoto menambahkan bahwa Dapur MBG Kabupaten Bone ini akan menerapkan prinsip gizi seimbang dan keberagaman menu, mengedepankan kearifan lokal.
“Asupan bergizi artinya makanan seimbang antara protein, karbohidrat, sayuran, dan buah. Menu akan disesuaikan bahan pangan lokal agar masyarakat merasa dekat dan akrab dengan makanan disajikan,” jelas Nyoto, Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN.
Nyoto pun menekankan pentingnya aspek keamanan pangan dalam dapur MBG ini.
“Kita bertanggung jawab menyiapkan makanan yang aman. Makanan yang tak aman tidak layak disebut makanan. Karena dapat membahayakan kesehatan. Untuk itu, pengawasan dan standar keamanan pangan akan terus kami tingkatkan agar dapur MBG ini jadi contoh nasional,” ujar Nyoto.
Sementara itu, Ketum Garuda, Nofalia Heikal mengungkapkan, rasa syukur kepada Allah SWT karena Dapur MBG milik Yayasan Garuda kali pertama ada dan tengah beroperasi di Wilayah Kabupaten Bone.
Dijadwalkan dapur MBG itu mulai beroperasi pada awal Agustus 2025. Dalam satu hari, dapur akan dapat memproduksi sebanyak 3.000 hingga 4.000 porsi makan siang gratis untuk para santri.