Pegawai Pemkot Tangerang Galang Donasi Kemanusiaan untuk Palestina, Total Hampir Rp1 Miliar

Ribuan pegawai di Pemerintahan Kota Tangerang, patungan untuk donasi kemanusiaan Palestina. Total, terkumpul hampir satu miliar atau sebesar Rp 918,5 juta.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 28 Juli 2025, 02:03 WIB
Ribuan pegawai di Pemerintahan Kota Tangerang, patungan untuk donasi kemanusiaan Palestina. Total, terkumpul hampir semilyar atau sebesar Rp 918,5 juta.

Liputan6.com, Jakarta - Ribuan pegawai di Pemerintahan Kota Tangerang, mengumpulkan donasi untuk bantuan kemanusiaan Palestina. Total, terkumpul hampir satu miliar atau sebesar Rp 918,5 juta. Pengumpulan donasi tersebut dilaksanakan sejak 2 bulan terakhir dengan sukarela di tiap dinas dan perkantoran lainnya. 

Hingga akhirnya, bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin, bertepatan dengan peringatan Milad Emas 50 Tahun Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung MUI Kota Tangerang, Sabtu malam (26/07/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota Sachrudin, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Tangerang yang dengan tulus menunjukkan solidaritasnya bagi rakyat Palestina.

"Bantuan ini adalah bentuk empati dan kepedulian yang lahir dari hati para pegawai Pemkot Tangerang. Semoga bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Palestina yang sedang mengalami penderitaan akibat konflik berkepanjangan," ungkap Sachrudin.

Kemudian, bantuan tersebut disalurkan melalui program kolaboratif bersama Baznas dan MUI Kota Tangerang dalam rangkaian acara bertajuk “MUI Berbagi 50 Keberkahan”, yang juga dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim, dhuafa, dan bantuan untuk 50 masjid di 13 kecamatan.

 

Momentum Bersejarah

“Ini adalah momentum bersejarah yang menandai lima dekade kiprah ulama dalam membimbing umat dan membangun bangsa. Sejak berdiri pada 1975, MUI telah berperan strategis dalam menjaga kemurnian ajaran Islam, memperkuat ukhuwah, serta memberikan fatwa dan pencerahan atas berbagai persoalan umat," kata Sachrudin.

Sachrudin, juga menyoroti tantangan baru yang dihadapi umat di era globalisasi dan digitalisasi, mulai dari hoaks, radikalisme, hingga degradasi moral.

“Dalam situasi ini, peran MUI semakin penting sebagai garda terdepan dalam menyebarkan Islam rahmatan lil ‘alamin, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta membendung paham-paham menyimpang,” tegasnya.

Dia juga berharap, MUI dapat terus berinovasi dalam menyampaikan dakwah, merangkul generasi muda, serta memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan nilai-nilai Islam secara efektif dan inklusif.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya