PLTM Wabudori Akhirnya Dibangun, Penantian 15 Tahun Warga Supiori

PLN membangun PLTM Wabudori berkapasitas 1,2 MW di Supiori, Papua. Proyek ini jadi harapan masyarakat yang telah dinanti selama lebih dari 15 tahun.

oleh Arthur GideonDiperbarui 01 Agustus 2025, 15:50 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meninjau langsung lokasi pembangunan PLTM Wabudori. (Dok PLN)

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan akses listrik yang merata di seluruh penjuru Tanah Air, termasuk di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal). Komitmen ini diwujudkan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Wabudori di Kabupaten Supiori, Papua.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara langsung meninjau lokasi pembangunan PLTM tersebut. Keberadaan pembangkit ini diharapkan tidak hanya menyediakan listrik bagi warga Supiori, tetapi juga menjadi bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada energi nasional.

Bahlil menyebut bahwa proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan PLN, baik dari sisi tenaga maupun pembiayaan. Ia juga meminta masyarakat Supiori untuk turut mendukung proses konstruksi.

“Minta tolong izin-izinnya dapat dipercepat, saat konstruksi masyarakat juga harus mendukung. Ini saya sudah membuat kebijakan. Tolong bantu PLN juga pada saat konstruksi,” kata Bahlil, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (26/7/2025).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa PLTM Wabudori berkapasitas 1,2 Megawatt (MW) akan menjadi bagian dari upaya menciptakan swasembada energi berkelanjutan di Papua.

“Pembangunan pembangkit EBT ini merupakan pengejawantahan sila kelima Pancasila dengan tujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat,” ujarnya.

 

Melistriki sekitar 1.666 Rumah

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meninjau langsung lokasi pembangunan PLTM Wabudori. (Dok PLN)

Menurut Darmawan, keberadaan PLTM ini akan memperkuat sistem kelistrikan Biak 20 kV sekaligus memenuhi pertumbuhan permintaan listrik di Biak. Kapasitas listrik yang dihasilkan setara untuk melistriki sekitar 1.666 rumah.

PLTM ini akan memanfaatkan aliran Sungai Wabudori sepanjang lima kilometer yang bermuara di Teluk Wabudori. Pembangunan dimulai dari pembaruan studi kelayakan (feasibility study/FS) dan penyusunan detail engineering design (DED), dengan target operasional tahun 2028 atau lebih cepat.

Untuk diketahui, sistem kelistrikan Biak 20 kV yang mencakup Kabupaten Supiori dan Kabupaten Biak Numfor memiliki daya mampu 32,29 MW dengan beban puncak 14,8 MW. Artinya, sistem ini memiliki cadangan daya sebesar 17,48 MW yang tergolong aman.

 

Impian Masyarakat

Ilustrasi Sungai Wabudori di Kabupaten Supiori, Papua yang akan dimanfaatkan untuk menggerakkan PLTM. (Dok PLN)

Bupati Supiori, Heronimus Mansoben, menyambut positif pembangunan PLTM ini. Ia mengatakan bahwa proyek ini merupakan impian masyarakat Supiori selama lebih dari 15 tahun.

“Saya mewakili semua masyarakat menyampaikan terima kasih dan penghargaan kami kepada Menteri ESDM. Terima kasih kami kepada Direktur Utama PLN dan semua jajaran yang telah menghadirkan listrik bagi sebagian wilayah Supiori,” ujar Heronimus.

Ia juga berharap PLTM Wabudori nantinya bisa menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mendukung pembangunan lintas sektor dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Supiori.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya