Perang Thailand vs Kamboja, Wisatawan Diminta Menjauhi 7 Tempat Ini

Sejumlah provinsi yang diminta dijauhi wisatawan itu bahkan sudah dikosongkan imbas perang Thailand vs Kamboja.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 26 Juli 2025, 11:00 WIB
Seorang tentara Kamboja berdiri di atas truk yang membawa peluncur roket BM-21 buatan Rusia yang melaju di sepanjang jalan di Provinsi Oddar Meanchey pada Jumat, 25 Juli 2025. (dok. TANG CHHIN Sothy / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Ketegangan perang Thailand vs Kamboja telah membuat Kedutaan Besar India di Thailand mengimbau wisatawan dari negaranya untuk tidak mengunjungi beberapa provinsi di Negeri Gajah Putih. Per Jumat, 25 Juli 2025, setidaknya ada tujuh provinsi yang diminta untuk dihindari turis, mengingat ketegangan telah meningkat di sana.

Provinsi-provinsi di Thailand yang dimaksud, seperti dirangkum dari Business Standard, Sabtu (26/7/2025), yakni:

  1. Ubon Ratchathani
  2. Surin
  3. Sisaket
  4. Buriram
  5. Sa Kaeo
  6. Chanthaburi
  7. Trat

"Mengingat situasi di dekat perbatasan Thailand-Kamboja, seluruh wisatawan India ke Thailand diimbau memeriksa informasi terbaru dari sumber resmi Thailand, termasuk TAT Newsroom," demikian pernyataan kedutaan dalam sebuah unggahan di X, Jumat.

Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) juga menyuarakan peringatan tersebut, dengan menyatakan bahwa "beberapa objek wisata di tujuh provinsi kini tidak direkomendasikan untuk dikunjungi." Kawasan-kawasan ini dilaporkan telah dikosongkan, dan penduduk yang tinggal dalam radius 40 kilometer dari perbatasan Kamboja telah direlokasi ke zona yang lebih aman.

Imbauan untuk Penumpang Pesawat

Petugas kepolisian Kamboja berjaga di depan gerbang yang ditutup di pos pemeriksaan perbatasan internasional Poipet, yang menghubungkan Kamboja dan Thailand, di Provinsi Banteay Meanchey, pada 24 Juni 2025. (Dok. AFP) 

Otoritas Penerbangan Sipil Thailand (CAAT) telah mengimbau semua penumpang yang bepergian antara Thailand dan Kamboja untuk memantau secara ketat konflik perbatasan yang sedang berlangsung dan memverifikasi jadwal penerbangan untuk kemungkinan perubahan, lapor The National.

Pihaknya mengonfirmasi bahwa maskapai penerbangan sedang melakukan penyesuaian, termasuk mengubah jenis pesawat, untuk mengakomodasi peningkatan permintaan perjalanan pulang pergi ke Thailand.

Menyikapi konflik bersenjata di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja, CAAT merekomendasikan agar warga negara Thailand yang ingin melakukan perjalanan antara kedua negara untuk selalu mengikuti perkembangan dan panduan yang dikeluarkan Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Phnom Penh.

Penumpang secara khusus disarankan menghubungi maskapai penerbangan masing-masing, karena beberapa maskapai mungkin memodifikasi jenis pesawat untuk meningkatkan kapasitas tempat duduk, terutama selama periode permintaan tinggi untuk perjalanan kembali ke Thailand.

Bagi mereka yang sudah memiliki tiket dan ingin mengubah tanggal atau waktu perjalanan, CAAT menyarankan untuk menghubungi maskapai penerbangan secara langsung guna menanyakan ketersediaan kursi dan ketentuan perubahan.

Menyiapkan Dokumen yang Dibutuhkan

Warga Kamboja dievakuasi dengan mengikuti kendaraan militer di Oddar Meanchey, Jumat, 25 Juli 2025, saat bentrokan besar terjadi di perbatasan dengan Thailand. (Dok. AP Photo/Heng Sinith)  

Penumpang harus memastikan semua dokumen perjalanan yang diperlukan telah disiapkan untuk mengurangi kepadatan di bandara dan memfasilitasi perjalanan yang lancar. Jika penumpang tidak dapat mencapai bandara sesuai rencana, mereka dianjurkan memverifikasi langkah-langkah bantuan dengan maskapai penerbangan mereka atau menghubungi staf maskapai untuk informasi dan panduan yang tepat.

Dalam perubahan operasional yang akan segera dilakukan, Thai Airways International Public Company Limited telah menyesuaikan rute Bangkok-Phnom Penh. Maskapai penerbangan nasional ini mengganti pesawat A320 pada empat penerbangan utamanya (TG586 dan TG584 dari Bangkok ke Phnom Penh; TG587 dan TG585 dari Phnom Penh ke Bangkok) dengan Boeing 787-8 Dreamliner yang lebih besar.

Langkah ini bertujuan mengelola fluktuasi volume penumpang dan memastikan operasi penerbangan yang stabil selama periode yang tidak menentu ini. Selain itu, ketujuh maskapai berbendera Thailand telah menyatakan komitmen kerja sama penuh.

Penyesuaian Kapasitas Penerbangan

Staf terlihat di jalur masuk baru di Bandara Internasional Suvarnabhumi saat berlatih prosedur untuk pembukaan kembali Thailand, di Bangkok, Rabu (27/10/2021). Mulai 1 November, Thailand akan mulai dibuka kembali tanpa persyaratan karantina untuk yang divaksinasi penuh. (Lillian SUWANRUMPHA/AFP)

Saat ini, empat maskapai mengoperasikan layanan antara Bangkok dan Kamboja:

  • Thai Airways: 16 penerbangan per minggu, 180 kursi per penerbangan.
  • Thai AirAsia: 28 penerbangan per minggu, 180 kursi per penerbangan.
  • Bangkok Airways: 40 penerbangan per minggu, dengan pesawat yang menawarkan 180 dan 70 kursi.
  • Thai Vietjet: 16 penerbangan per minggu, 180 kursi per penerbangan.

Tiga maskapai lainnya: Thai Lion Air, Thai AirAsia X, dan Nok Air, juga siap memberi dukungan penuh untuk memfasilitasi perjalanan ke Thailand. Mulai Jumat, 25 Juli 2025, upaya peningkatan kapasitas tempat duduk sedang dilakukan untuk memenuhi permintaan warga negara Thailand di Kamboja yang ingin pulang.

Menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand, 14 warga negara Thailand tewas dan 46 lainnya luka-luka dalam konflik yang sedang berlangsung. Kamboja belum merilis informasi apapun tentang korban di pihaknya, lapor Xinhua.

CNN, mengutip pejabat Thailand, melaporkan bahwa lebih dari 100 ribu orang telah meninggalkan rumah mereka hanya dalam dua hari setelah bentrokan bersenjata. Kementerian Dalam Negeri Thailand mengonfirmasi bahwa lebih dari 100 ribu warga sipil telah dipindahkan ke tempat penampungan sementara.

Infografis Tiongkok-Kamboja Bangun Kanal Penghubung di Teluk Thailand. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya