Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 45 anak yatim piatu berusia 8 hingga 11 tahun dari Kecamatan Jatiluhur ikut memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-41. Mereka mendapat edukasi soal bendungan, profesi dan budaya di Bendungan Jatiluhur dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta dari Perum Jasa Tirta II melalui Divisi Umum dan Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL).
"Program ini merupakan bagian dari inisiatif Jasa Tirta II yang bertujuan untuk memberikan literasi praktis kepada anak-anak mengenai pengelolaan sumber daya air, pemanfaatan energi terbarukan, serta pengenalan terhadap kekayaan budaya Indonesia," kata Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Imam Santoso, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (23/7/2025).
Advertisement
Imam menyatakan, kegiatan tersebut adalah bentuk apresiasi dan komitmen perusahaan terhadap literasi dan pembentukan karakter anak sejak dini.
“Kami percaya bahwa anak-anak adalah aset masa depan bangsa. Melalui pengalaman langsung seperti ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran akan pentingnya air, energi, dan budaya sejak dini. Kami harap kegiatan ini menjadi bekal berharga bagi mereka untuk terus belajar, bermimpi besar, dan mencintai tanah airnya,” ujar Imam.
Imam menceritakan, perjalanan edukatif diawali di Bendungan Jatiluhur, anak-anak diperkenalkan pada fungsi strategis bendungan dalam menyediakan air untuk irigasi pertanian, yang menopang ketahanan pangan nasional, serta sebagai penopang pengendalian banjir dan penyediaan air baku untuk kebutuhan rumah tangga dan industri.
Selanjutnya, anak-anak juga dikenalkan pada bagaimana air dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi baru terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Di lokasi Unit PLTA, anak-anak tidak hanya melihat langsung fasilitas yang ada, tetapi juga berinteraksi dengan para Operator PLTA. Dalam sesi ini, anak-anak belajar tentang peran penting profesi insan BUMN seperti operator, teknisi, dan tenaga pengelola infrastruktur yang setiap hari bekerja menjaga keberlanjutan layanan publik.
"Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengenalkan profesi di balik layar yang jarang terekspos, namun sangat vital. Harapannya, anak-anak terinspirasi untuk kelak berkontribusi sebagai bagian dari generasi penerus bangsa yang memahami pentingnya peran di sektor infrastruktur dan energi," yakin Imam.
Edukatif
Imam menambahkan, perjalanan edukatif kemudian dilanjutkan ke TMII. Berada tepat di area Indonesia Science Center (PP-IPTEK), anak-anak dikenalkan dengan berbagai alat peraga sains dan teknologi interaktif, yang dirancang untuk merangsang rasa ingin tahu serta membangun semangat belajar dengan cara yang menyenangkan.
Tak hanya itu, anak-anak juga mengikuti sesi mewarnai bersama, serta melakukan kunjungan ke sejumlah wahana edukatif seperti Taman Burung, Museum Listrik dan Energi Terbarukan, serta Museum Indonesia. Sebagai penutup, anak-anak diajak menikmati wahana kereta gantung, memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus menjadi simbol dari pandangan luas anak-anak terhadap masa depan.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Perum Jasa Tirta II dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045," ungkapnya optimis.
Imam percaya, melalui program tanggung jawab sosial yang berdampak nyata, perusahaan telah berupaya memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
"Lebih dari sekadar edukasi, kegiatan ini dirancang untuk menstimulasi dan menggaungkan nilai-nilai dasar seperti kepedulian, kebangsaan, dan semangat belajar kepada generasi penerus bangsa," dia menandasi.