Forbes Undang Prabowo Jadi Pembicara Utama CEO Global Forum pada Oktober 2025

Presiden Prabowo Subianto menerima Chairman & Editor-in-Chief Forbes Media, Steve Forbes, di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (23/7/2025).

oleh Lizsa EgehamDiperbarui 23 Juli 2025, 19:30 WIB
Chairman & Editor-in-Chief Forbes Media, Steve Forbes, usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (23/7/2025). (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto menerima Chairman & Editor-in-Chief Forbes Media, Steve Forbes, di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (23/7/2025). Dia mengundang Prabowo menjadi pembicara utama CEO Global Forum yang digelar Forbes Media di Indonesia pada Oktober 2025.

Forbes mengumumkan Indonesia akan menjadi tuan rumah CEO Global Forum yang digelar Forbes Media pada 14–15 Oktober 2025 mendatang. Forum bergengsi ini akan menghadirkan lebih dari 400 CEO dan pemimpin bisnis internasional.

"Kami akan mengadakan konferensi CEO Global di sini pada bulan Oktober. Presiden Prabowo akan hadir, dan ini akan menjadi kesempatan bagi dunia investasi dan para pemimpin bisnis dunia untuk merasakan masa depan cerah yang menanti Indonesia," kata Steve Forbes usai pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (23/7/2025).

Dia menilai Prabowo menjalankan langkah-langkah strategis dalam mendorong reformasi ekonomi, deregulasi, dan penguatan sektor strategis. Hal ini merupakan fondasi penting yang membawa Indonesia menuju posisi sebagai kekuatan global.

"Ini semacam fokus kepemimpinan yang ingin dilihat di negara mana pun, dan kita melihatnya di Indonesia hari ini. Jadi, kami optimistis, dan terkadang dibutuhkan orang luar untuk menyadari hal-hal baik yang terjadi, lebih dari mereka yang mengalaminya setiap hari," jelasnya.

Menurut Forbes, kepemimpinan Presiden Prabowo membawa angin segar dalam menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif, antara lain melalui upaya deregulasi, peningkatan produksi pertanian, serta pemberantasan korupsi.

Forbes menuturkan langkah-langkah tersebut adalah kunci agar Indonesia menjadi salah satu pemain utama di panggung ekonomi dunia.

"Kemajuan yang telah dicapai Indonesia, dan yang lebih penting lagi, kemajuan yang akan dicapai Indonesia, akan menjadi kisah penting di tingkat global dan inspirasi bagi negara-negara lain," ungkap Forbes.

Forbes menyampaikan optimisme tinggi terhadap masa depan Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.

"Ini adalah masa yang sangat menarik dan kami senang berada di sini untuk mencatatnya dan juga menyediakan platform bagi dunia untuk melihat apa yang kami saksikan masa depan yang hebat bagi negara yang hebat," tutur Forbes.

Daftar Terbaru Figur Indonesia di Forbes 30 Under 30 2025

Forbes Pilih Jess No Limit Masuk 30 Under 30 Asia

Majalah bisnis ternama asal Amerika Serikat, kembali merilis daftar 30 Under 30 yang mencakup figur berpengaruh di tahun 2025.

Untuk kawasan Asia-Pasifik, Forbes mengulas sekitar 300 figur yang beberapa di antaranya termasuk figur asal Indonesia.

Berikut adalah sederet figur asal Indonesia yang memasuki daftar Forbes 30 Under 30 2025, dilansir dari laman Forbes, Kamis (15/5/2025):

Industri Olahraga

Rizki Juniansyah (21 Tahun)

Forbes menyoroti sosok Rizki Juniansyah sebagai peraih medali emas Olimpiade termuda Indonesia, setelah mendominasi cabang angkat beban kelas 73 kg putra di Paris dan mencetak rekor Olimpiade baru

Veddriq Leonardo (27 Tahun)

Veddriq Leonardo dikenal sebagai salah satu atlet pemanjat cepat tercepat di dunia, yang sering memecahkan rekor dunia. Leonardo memenangkan medali emas dalam cabang panjat tebing di Olimpiade pada tahun 2024, menjadi peraih medali emas pertama Indonesia dalam cabang olahraga selain bulu tangkis.

Industri Konsumen dan Teknologi

Pendiri Dibimbing, Alim Anggono, Wildan Fahmi Gunawan, dan Zaky Muhammad Syah

Alim Anggono, Wildan Fahmi Gunawan, dan Zaky Muhammad Syah mendirikan perusahaan edtech Indonesia Dibimbing pada tahun 2020.

Platform pembelajaran digital dan persiapan karier ini menawarkan kursus dalam ilmu data, pengembangan web, keamanan siber, dan pemasaran melalui langganan video daring dan kamp pelatihan.

Sektor Keuangan dan Modal Ventura

Pendiri Pallav Technologies, Nathan Gunawan (27 Tahun)

Di sektor keuangan, Forbes memasuki sosok Nathan Gunawan, salah satu pendiri dan CEO Pallav Technologies, perusahaan pemeringkat kredit yang berbasis di Jakarta.

Pallav Technologies membantu pemberi pinjaman menemukan peminjam dengan menganalisis lebih banyak titik data daripada penilaian kredit tradisional menggunakan AI dan pembelajaran mesin

Ritel dan E-commerce

Pendiri Loluna, Faldo Arsanda

Faldo Arsanda adalah mantan kapitalis ventura dan bankir investasi yang mendirikan Loluna, merek perawatan kulit untuk bayi. Loluna menawarkan sabun mandi dan losion premium namun terjangkau yang telah diuji secara dermatologis dan bebas paraben dan alkohol.

Industri Seni, Lifestyle, dan Makanan dan Minuman

Pendiri Kura Kura, Putu Wiranatha

Berbasis di Bali, Putu Wiranatha mendirikan merek bir rumahan Kura Kura bersama ayahnya Kadek pada tahun 2020.

Kura Kura, yang berarti 'kura-kura' dalam Bahasa Indonesia, mengacu pada legenda bahwa Bali terletak di atas punggung kura-kura. Pabrik birnya memproduksi dua jenis pale ale, satu IPA dan satu lager serta edisi terbatas jangka pendek.

Pada Desember 2023, perusahaan tersebut mengirimkan ekspor pertamanya ke Australia.

Pendiri Sambal Bakar Indonesia, Benjamin M.A.

Benjamin M.A., yang dikenal sebagai Iben Ma, adalah seorang influencer media sosial dan salah satu pendiri jaringan restoran Sambal Bakar Indonesia, yang diluncurkan pada tahun 2022

Industri Media Sosial, Pemasaran, dan Periklanan

Content Creator, Tobias Justin (28 tahun)

Tobias Justin, yang lebih dikenal oleh para pengikutnya sebagai Jess No Limit, adalah seorang gamer Indonesia yang beralih menjadi pembuat konten.

Justin mulai membuat konten terkait game pada tahun 2017 dan kini memiliki lebih dari 54 juta pengikut di YouTube, channel videonya tentang game seluler dan postingan vlog harian telah ditonton lebih dari 6,7 miliar kali.

Industri Kesehatan dan Sains

Rekan Pascadoktoral, Massachusetts Institute of Technology, James Utama Surjadi (28 tahun)

James Utama Surjadi adalah peneliti pascadoktoral di MIT. Ia berfokus pada apa yang disebut material yang dirancang, material buatan manusia dengan sifat yang dimanipulasi untuk meningkatkan karakteristik kinerja.

Surjadi telah menerbitkan karya di jurnal termasuk Nature Communications, memperoleh lebih dari 2.000 kutipan. Surjadi, yang meraih gelar Ph.D. di bidang teknik mesin dari City University of Hong Kong, juga merupakan salah satu pendiri Super Bamboo yang berbasis di Hong Kong.

Infografis Presiden Prabowo Luncurkan Danantara. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya