Kepala BNPB Nyatakan Karhutla Riau karena Ulah Manusia

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan kebakaran lahan di Riau bukan faktor alam melainkan perbuatan manusia.

oleh M SyukurDiterbitkan 23 Juli 2025, 13:00 WIB
Pantauan udara kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. (Liputan6.com/Istimewa)

Liputan6.com, Pekanbaru - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto datang ke Provinsi Riau seiring meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bumi Lancang Kuning itu. Pemantauan menggunakan helikopter dilakukan melihat dampak kebakaran.

Suharyanto kemudian menggelar rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau. Adapun status karhutla Riau saat ini sudah naik level dari siaga darurat ke tanggap darurat karhutla.

Jenderal bintang tiga itu menjelaskan, Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Dumai dan Bengkalis merupakan daerah di Riau dengan titik api cukup besar. Suharyanto kaget melihat besarnya api di daerah tersebut mengingat musim kemarau saat ini tidak diiringi fenomena El Nino.

"Titik apinya besar, daya pandang terbatas dari udara, ini bukan dari alam tapi perbuatan manusia," tegas Suharyanto.

 

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak Video Pilihan Ini:

Modifikasi Cuaca

Suharyanto mengakui curah hujan di Riau saat ini relatif rendah. Operasi modifikasi cuaca sudah dilakukan sehingga potensi hujan sudah meningkat.

"Persediaan air dari pantauan udara masih cukup karena sebelumnya sudah dilakukan pembasahan," kata Suharyanto.

Untuk memaksimalkan pemadaman, Suharyanto menyebut helikopter water bombing perlu dilengkapi Satgas Darat. Setiap Polres dan Dandim diminta menyiagakan 100 personel atau satuan setingkat kompi.

"Nanti dilengkapi alat pelindung diri, perlengkapan pemadaman dan biaya Rp165 ribu per orang selama 30 hari," ujar Suharyanto.

BNPB segera mengirimkan bantuan alat pemadaman kebakaran lahan seperti pompa air, baik yang kecil dan besar. Bantuan diharapkan dibawa ke daerah terbakar dan digunakan semaksimal mungkin.

"Jangan hanya disimpan di gudang," tegas Suharyanto.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya