Liputan6.com, Jakarta - Program trilingual dengan dasar Pancasila dan Budi pekerti akhirnya meluncur sejak pendidikan taman kanak-kanak atau TK atau saat usia dini. Program ini akan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.
PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) meresmikan pembangunan gedung sekolah tahap pertama dari Sekolah Terpadu Sedaya Bintang pada Sabtu, 19 Juli 2025, yang secara resmi akan mulai beroperasi untuk tahun ajaran 2025/2026.
Advertisement
Peresmian dilakukan dengan sesi pemotongan pita dan penandatanganan prasasti oleh Komisaris Utama Summarecon sekaligus Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Sedaya Bintang, Soetjipto Nagaria didampingi jajaran pengurus Yayasan Sekolah Terpadu Sedaya Bintang dan Komisaris dan Direksi Summarecon, turut disaksikan oleh kontraktor, konsultan dan juga vendor.
"Kehadiran Sekolah Terpadu Sedaya Bintang mendapatkan sambutan yang sangat baik. Pada tahap 1 ini, kami telah membuka kelas untuk jenjang Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD)," ujar Ketua Yayasan Pendidikan Sedaya Bintang, sekaligus Direktur Summarecon Soegianto Nagaria, melalui keterangan tertulis, Minggu (20/7/2025).
"Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua yang hadir pada hari ini karena sudah mempercayakan anak-anaknya untuk bisa bersekolah disini. Saya berharap kehadiran Sekolah ini dapat mewujudkan pendidikan yang berkualitas demi masa depan Indonesia yang gemilang," sambung dia.
Dia menjelaskan, Sekolah Terpadu Sedaya Bintang memandang lingkungan sekolah sebagai guru ketiga, sebuah ruang hidup yang memberi pengalaman belajar otentik, memupuk rasa ingin tahu, dan menumbuhkan kemandirian serta kolaborasi dalam diri setiap anak.
"Lingkungan belajar ini dilengkapi dengan berbagai Learning Corners yang dirancang untuk menstimulasi rasa ingin tahu, berpikir kritis, problem solving, kreativitas, literasi, kemampuan sosial, dan keterampilan spasial anak," terang Soegianto.
Pengembangan Kurikulum
Selain itu, menurut Soegianto, terdapat Vertical Collaborative Board pada jenjang SD, yang mendorong siswa untuk berkolaborasi, berbagi ide, serta mengasah kemampuan berpikir kritis dan komunikasi efektif.
"Dalam pengembangan kurikulum, Sekolah Terpadu Sedaya Bintang berafiliasi dengan Sekolah Terpadu Pahoa," ucap dia.
Soegianto memaparkan, kurikulum yang diterapkan menitikberatkan pada tiga pilar utama, yakni pendidikan Budi Pekerti berlandaskan nilai Pancasila dan ajaran konfusius yang universal, implementasi program Trilingual (Mandarin, Inggris, Indonesia), dan penerapan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts & Mathematics).
"Kurikulum ini mengintegrasikan Kurikulum Nasional Merdeka Belajar, Kurikulum Internasional Pearson Edexcel (UK Based), dan Kurikulum Singapura (Dr. Yeap Ban Har) khusus untuk Matematika. Pembelajaran di sekolah ini mengadopsi konsep Holistic Education," ucap dia.
"Pendekatan ini bertujuan mengembangkan seluruh potensi siswa secara seimbang meliputi aspek intelektual, emosional, fisik, sosial, estetika, dan spiritual," tutup Soegianto.
Lakukan Berbagai Persiapan
Kemudian, Executive Director Unit Edukasi PT Summarecon Agung Tbk Aida Halim mengatakan, beragam persiapan telah mereka lakukan untuk memastikan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar akan berjalan dengan baik.
Dia menyebut, untuk memastikan kualitas pembelajaran terjaga, tim dari Sedaya Bintang fokus melakukan peningkatan kompetensi guru melalui program pelatihan terstruktur dan berkelanjutan.
"Program ini meliputi pelatihan teori dan praktik bersama pakar internasional seperti Prof. Pei-Jung Lin dan Yeap Ban Har, visitasi dan coaching on-site untuk mendukung penerapan praktik terbaik di kelas, serta penguatan Community of Practice (CoP) yang mendorong guru berbagi praktik terbaik dan refleksi pembelajaran," papar Aida.
Pendekatan ini, lanjut dia, diharapkan mampu membentuk ekosistem pembelajaran yang berfokus pada penguatan akademik, pengembangan karakter, serta kompetensi abad ke-21 (Critical Thinking, Communication, Creativity, dan Collaboration) kedalam seluruh aspek pembelajaran.
Menurut Aida, Sekolah Terpadu Sedaya Bintang berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektar di kawasan Summarecon Bandung dengan bangunan tahap pertama yaitu gedung tiga lantai seluas lebih dari 6.000 m², dirancang secara cermat untuk menunjang seluruh aktivitas belajar mengajar secara optimal.
"Mengintegrasikan kesejukan lingkungan Summarecon Bandung, desain arsitektur Sekolah Terpadu Sedaya Bintang dirancang tanpa penggunaan pendingin ruangan (AC) untuk ruang kelas bagi siswa KB dan TK. Bangunan sekolah ini memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara melalui banyak bukaan, sehingga menciptakan suasana belajar yang sehat dan nyaman," ucap dia.
"Salah satu fitur yang dihadirkan adalah Roof Garden, yang dapat dimanfaatkan anak-anak sebagai ruang praktik berkebun. Melalui aktivitas ini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh lebih dekat dengan alam dan semakin menumbuhkan rasa cinta terhadap bumi," tutup Aida.