Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar Rupiah (IDR) melemah pada Kamis, 17 Juli 2025. Rupiah ditutup melemah 53 point terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan Kamis sore, setelah sebelumnya sempat melemah 60 point di level Rp16.340 dari penutupan sebelumnya di level Rp16.287.
“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp16.330 - Rp16.380,” ungkap pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (17/7/2025).
Advertisement
Rupiah melemah menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait surat pemberitahuan negara-negara mitra dagang tentang tarif AS yang akan segera dikeluarkan.
Trump mengatakan pada hari Rabu (16/7) bahwa ia mungkin akan mengenakan tarif menyeluruh sebesar 10% atau 15% kepada sejumlah negara-negara mitra AS. Adapun perjanjian baru dengan Indonesia dan Vietnam diumumkan pekan ini.
Di tengah pengenaan tarif baru, Trump memberikan optimisme tentang prospek kesepakatan dengan Tiongkok terkait obat-obatan terlarang dan mengisyaratkan bahwa kesepakatan dagang dengan India sudah sangat dekat, sementara kesepakatan dengan Eropa juga mungkin tercapai. Sementara itu, Federal Reserve tengah dibayangi isu lengsernya Ketua Jerome Powell yang dipicu oleh seruan Trump. Beberapa anggota Partai Republik juga menyerukan pengganti Powell.
Adapun perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang menjadi perhatian pasar. di mana serangan udara Israel menghantam target-target di Ibu Kota Suriah, Damaskus, termasuk area di dekat Kementerian Pertahanan dan istana presiden.
BI Pastikan Rupiah Tetap Kuat
Meski terjadi pelemahan, Gubernur BI Perry Warjiyo memastikan bahwa nilai tukar Rupiah secara umum tetap kuat.
Hal itu didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta berlanjutnya aliran masuk modal asing.
BI mengidentifikasi, nilai tukar Rupiah hingga 30 Juni 2025 menguat sebesar 0,34% (ptp) dibandingkan dengan posisi akhir Mei 2025. Adapun hingga 15 Juli 2025, rupiah masih tetap bergerak stabil di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Rupiah Diperkirakan Tetap Stabil
Perkembangan nilai tukar ini didukung oleh konsistensi kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan berlanjutnya aliran masuk modal asing, terutama ke instrumen SBN, serta konversi valas ke Rupiah oleh eksportir pascapenerapan penguatan kebijakan Pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).
“Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik,” ungkap Ibrahim.