Bupati Lahat Bursah Zarnubi Jadi Ketua Umum Apkasi, Usulkan Persetujuan Teknis Dihapus

Bupati Lahat Bursah Zarnubi resmi terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) pada Kamis (17/72025).

oleh Virghita Pragiwaka GutamaDiterbitkan 17 Juli 2025, 17:00 WIB
Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) resmi dikukuhkan pada Kamis (17/7/2025) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat. Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, terpilih untuk memimpin Apkasi periode 2025-2030 sebagai ketua umum (ketum). (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Bupati Lahat Bursah Zarnubi resmi terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) pada Kamis (17/72025).

Dalam sambutan perdananya, Bursah mengusulkan agar persetujuan teknis (pertek) dihapus. Menurutnya, pertek dapat menghambat kepala daerah dalam percepatan kebijakan di wilayahnya.

"Jadi pertek ini menghambat kita untuk mempercepat kebijakan daerah, karena pertek ini adalah pertimbangan teknis yang tidak perlu dilakukan lagi," ujar Bursah usai Pengukuhan Dewan Pengurus Apkasi 2025-2030 di Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (17/7/2025).

Dia menekankan, tidak perlu banyak instansi untuk mengawasi mutasi pemerintah daerah seperti sebelum-sebelumnya.

"Cukup Mendagri yang mengawasi formasi, mutasi pemerintah daerah. Jangan terlalu banyak instasi yang terkait," ucap Bursah.

Hal itu disampaikan karena yakin seluruh pihak dinas sudah cukup dan mampu untuk mengawasi itu. Menyoroti hal ini, Bursah meminta untuk menghapus pertek untuk mempercepat proses birokrasi.

"Saya berharap Pertek ini dihapus dari mendagri," papar Bursah.

Dia menyebut, pernyataan ini sejalan Presiden Prabowo yang juga pernah menyinggung pertek karena dinilai dapat memperlambat perubahan.

"Dan Pak Prabowo bilang gitu, 'apa ini Pertek, Pertek, Pertek, Pertek. Menghambat birokrasi, menghambat percepatan transformasi," terang Bursah.

Adapun dalam acara ini, hadir Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang memimpin langsung pengucapan janji pengukuhan dewan pengurus Apkasi 2025-2030.

Ada pula Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, Wakil Ketua DPR RI Cucun Samsurijal, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria, hingga Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.

 

Cerita Tito Karnavian Pernah Minta Ketum Apkasi Bursah Zarnubi Bikin Demo

Mendagri Tito Karnavian menghadiri acara pengukuhan Dewan Pengurus Apkasi masa bakti 2025-2030. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berbagi cerita lamanya bersama Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) 2025-2030 yang baru dilantik, Bursah Zarnubi.

Tito menuturkan, saat dirinya masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya hingga Kapolri, ia dan Bupati Lahat, Bursah Zarnubi yang ketika itu masih aktif sebagai aktivis di Cipayung Plus memiliki hubungan yang cukup dekat.

Sembari berguyon, Tito bilang kala itu ia juga sempat meminta Bursah 'mengkondisikan' demo. Hal itu disampaikan Tito saat menghadiri pengukuhan Dewan Pengurus Apkasi masa bakti 2025-2030 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (17/7/2025).

"Pak Bursah satu kampung sama saya, dan sahabat saya lama untuk urusan demo mendemo. Waktu saya Kapolda Metro atau Kapolri, beliau ini Ketua Cipayung Plus, bisa saya minta tolong untuk jangan ada demo, bisa juga saya minta tolong, tolong bikin demo. Demo yang positif tapi,” kata Tito.

Pernyataan Tito itu disambut gelak tawa para hadirin yang hadir.

 

Tito Tegaskan Tak Ikut Campur Pemilihan Apkasi

Mendagri Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah hadir di acara launching Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 21 Juli 2025. Hal ini disampaikan Tito saat Pengukuhan Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kabupaten (Apkasi) 2025-2030. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Kendati mengaku dekat secara pribadi dengan Bursah, ia mengaku tidak terlibat dalam dinamika pemilihan pengurus Apkasi yang saat ini resmi dipimpin Bursah.

Lebih lanjut, Tito juga menyebut memilih tidak hadir saat musyawarah nasional (Munas) yang dihelat Apkasi. Sebab, dia tidak ingin terseret dalam proses pemilihan yang disebutnya cukup ketat dan sarat persaingan.

"Saya pribadi enggak pernah hadir pada saat munasnya, kenapa? Karena munasnya itu isinya pertarungan, saya tidak mau terjebak dalam pertarungan itu sebagai Mendagri," ungkap dia.

Tito menyatakan, mendukung siapa pun yang telah dipilih melalui forum. Dia mengaku siap mendukung kepengurusan Apkasi masa bakti 2025-2030 yang baru saja dikukuhkan.

Infografis Ragam Tanggapan Lima Organisasi Profesi Tolak RUU Kesehatan. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya