Layanan Viber Ditutup di Arab Saudi, WhatsApp dan Skype Menyusul

Pemerintah Arab Saudi menutup Viber karena dianggap tak sesuai dengan regulasi yang berlaku di sana, WhatsApp dan Skype akan bernasib sama.

oleh Denny MahardyDiterbitkan 12 Juni 2013, 11:29 WIB

Layanan instant messaging (IM) saat ini menjadi salah satu layanan yang digemari para pengguna perangkat mobile. Namun, tak semua negara memberikan kebebasan tanpa syarat kepada penyedia layanan aplikasi IM untuk bisa digunakan oleh warganya.

Arab Saudi adalah salah satu negara yang tak mengizinkan layanan Viber dipakai oleh warganya. Aplikasi Viber yang memungkinkan penggunanya melakukan panggilan dan pesan singkat melalui koneksi internet terpaksa harus ditutup di negara minyak tersebut.

Pemerintah Arab Saudi menutupnya karena dianggap tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku di wilayah setempat. Dilansir Phone Arena, Rabu (12/6/2013), Komisi Komunikasi dan Informasi Kerajaan Arab Saudi juga mengungkap bahwa layanan serupa lainnya akan ditutup apabila bersikeras tidak mengikuti regulasi yang berlaku di sana.

Layanan serupa yang mungkin akan bernasib sama adalah WhatsApp dan Skype. Kabarnya tiga layanan tersebut telah diberikan peringatan dari pihak berwajib di bulan Maret lalu.

Pemerintah memberikan tenggat waktu seminggu agar layanan tersebut menyediakan server lokal di negaranya. Langkah ini dilakukan agar pihak berwenang tetap bisa memantau aktivitas warga untuk mempermudah observasi ataupun pengintaian kepada pihak tertentu sebagai tindakan yang berkaitan dengan keamanan.

Akan tetapi, spekulasi lain menyebutkan bahwa pemerintah menerapkan langkah ini disebabkan adanya desakan dari pihak operator telekomunikasi setempat. Operator di sana terancam kehilangan keuntungan dalam jumlah besar apabila layanan sejenis Viber dibiarkan beroperasi di Arab Saudi.

(den/dew/*)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya