7 Kebiasaan yang Kerap Dianggap Sepele tapi Bikin Berat Badan Naik Diam-Diam

Seringkali kebiasaan yang bikin berat badan naik justru dilakukan tanpa disadari. Kenali pemicu tersembunyi ini agar berat badan tetap terkontrol.

oleh Benedikta DesideriaDiperbarui 15 Juli 2025, 18:10 WIB
Skip sarapan adalah salah satu penyebab berat badan naik yang kerap tidak disadari. (Foto dok: Freepik/jcstudio).

Liputan6.com, Jakarta Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sehari-hari yang terlihat biasa dan tidak berbahaya justru dapat menyebabkan penambahan berat badan signifikan.

Hal ini seringkali menjadi misteri bagi banyak orang, mengapa timbangan terus bergerak naik padahal merasa sudah menjaga pola makan. 

Berikut beberapa kebiasaan yang menyebabkan berat badan naik:

Tidak Sarapan

Melewatkan sarapan juga berdampak buruk pada metabolisme tubuh. Kebiasaan ini dapat memicu rasa lapar berlebihan di siang atau malam hari, yang akhirnya mendorong konsumsi makanan dalam porsi besar.

Tubuh kemudian cenderung menyimpan lebih banyak lemak sebagai cadangan energi, berkontribusi pada kenaikan berat badan.

Makan Terburu-Buru atau Terlalu Cepat

Makan terburu-buru dan menggunakan piring besar adalah kebiasaan lain yang sering diabaikan. Makan cepat tidak memberi waktu otak untuk memproses sinyal kenyang, sementara piring besar membuat porsi makanan terlihat kecil, mendorong Anda untuk mengambil lebih banyak makanan dari yang seharusnya.

Konsultan senior bariatrik dan metabolik, dokter Amit Garg dari Livasa Hospital mengatakan kebiasaan makan terlalu cepat bikin makan berlebihan.

"Saat makan terlalu cepat, otak tak memiliki waktu untuk memproses sinyal kenyang, hal ini mengarah jadi makan berlebih," kata Garg mengutip Times of India.

Maka dari itu, ia menyarankan untuk makan pelan-pelan sehingga bisa membantu dalam mengontrol porsi makanan.

Kurang Tidur

Kurang tidur merupakan faktor signifikan yang memperlambat metabolisme tubuh secara keseluruhan. Kondisi ini juga meningkatkan hormon kortisol yang memicu nafsu makan, serta mengganggu hormon pengatur rasa lapar dan kenyang. Akibatnya, seseorang cenderung makan lebih banyak untuk mengatasi ketidakseimbangan hormonal tersebut.

Ngemil Sambil Nonton

Memang nikmat ketika menonton sebuah acara di OTT sambil makan keripik atau kentang goreng. Namun, itu bisa bikin asupan cemilan yang masuk ke tubuh berlebih seperti disampaikan dokter bedah endokrin dan vaskular Arunanshu Behera.

"Makan sambil nonton atau makan sambil telepon memuat seseorang jadi berlebihan ngemil, melakukan dua hal di waktu bersamaan seperti ini membuat tidak sadar tengah makan," katanya.

Kurang Minum Air Putih

Kebiasaan yang bikin berat badan naik lainnya adalah kurang minum air putih. Seringkali, rasa haus disalahartikan sebagai lapar, menyebabkan konsumsi makanan berlebihan yang tidak perlu. Air putih juga berperan penting dalam memberikan rasa kenyang, sehingga asupan kalori dapat lebih terkontrol dan tubuh tetap terhidrasi dengan baik.

 

Stres Tinggi

Tingkat stres yang tinggi juga dapat memicu makan emosional, di mana seseorang makan lebih banyak sebagai mekanisme koping terhadap tekanan. Kebiasaan ini dapat menyebabkan penambahan berat badan yang signifikan.

Mengelola stres menjadi krusial untuk menjaga berat badan ideal dan kesehatan mental secara menyeluruh. Jangan lupa, masukkan kegiatan seperti olahraga, meditasi dan relaksasi untuk membantu pikiran tetap tenang.

Minuman Manis

Soft drink, kopi susu gula aren, jus buah dalam kemasan mengandung gula yang menambah asupan kalori. Minuman ini membuat gula darah naik dan memuat tubuh menyimpan lebih banyak lemak.

Ganti minum minuman manis dengan air putih, teh herbal atau kopi hitam agar berat badan bisa terjaga.

 

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya