KISI: IPO PMUI Berjalan dengan Baik

PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) akhirnya resmi mencatatkan saham perdananya di BEI pada Kamis, 10 Juli 2025. KISI sebagai penjamin emisi memastikan proses berjalan sesuai rencana.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 13 Juli 2025, 18:00 WIB
Karyawan beraktivitas di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/3/2024). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah sempat diterpa rumor pembatalan, PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) akhirnya resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (10/7/2025). Kabar baik ini sekaligus menepis spekulasi yang sempat berkembang di kalangan pelaku pasar mengenai kegagalan IPO emiten sektor telekomunikasi dan konsultasi manajemen tersebut.

PT Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) sebagai penjamin emisi PMUI menyatakan bahwa proses IPO telah berjalan dengan baik dan sesuai rencana.

“PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia telah menjalankan seluruh kewajiban dan tanggung jawab sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam rangka pelaksanaan penawaran umum tersebut,” tulis KISI dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (13/7/2025).

Pihak KISI juga mengucapkan terima kasih kepada OJK, BEI, KPEI, KSEI dan seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan. Mereka menegaskan komitmen untuk terus mendukung pertumbuhan pasar modal nasional.

Sebelumnya, VP Corporate Secretary BEI Kautsar Primadi Nurahmad juga menegaskan bahwa setelah koordinasi intensif dengan penjamin emisi dan manajemen PMUI, telah dipastikan bahwa seluruh persyaratan administratif dan teknis telah dipenuhi.

“PMUI resmi melantai di bursa pada Kamis, 10 Juli 2025. Proses ini menegaskan bahwa perusahaan telah menyelesaikan seluruh tahapan administratif dan teknis yang dibutuhkan untuk IPO,” ujar Kautsar kepada wartawan.

IPO PMUI

Pekerja tengah melintas di bawah layar Indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Selasa (16/5/2023). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dalam rangka IPO, PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk menawarkan sebanyak 1,16 miliar saham baru atau setara 20% dari modal disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp180 per saham, sehingga perusahaan menargetkan dana sekitar Rp208,8 miliar. Masa penawaran berlangsung pada 2–8 Juli 2025.

Dana hasil IPO akan digunakan sekitar 26,76% untuk pembelian tanah dan bangunan milik pihak terafiliasi. Sekitar 29,73% lainnya akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada anak usaha guna pengembangan bisnis di sektor distribusi barang.

Sisanya akan dialokasikan untuk modal kerja, termasuk pembelian barang dagangan, biaya distribusi, dan penguatan operasional perusahaan dalam mendukung kegiatan perdagangan umum di pasar domestik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya