Curah Hujan Tinggi, BPBD Jakarta Minta Wilayah Ini Waspadai Longsor

Isnawa meminta camat dan lurah beserta masyarakat aktif mengecek kondisi wilayahnya masing-masing.

oleh Muhammad AliDiterbitkan 12 Juli 2025, 13:32 WIB
Kondisi longsor di daerah bantaran sungai Ciliwung, Pengadegan Timur, Jakarta, Selasa (12/4/2022). Longsor sepanjang 25 meter, lebar lima meter, dan kedalaman 15 meter itu menyebabkan 4 sepeda motor tertimbun material longsor, namun tidak ada korban jiwa. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan kepada para lurah, camat, dan masyarakat untuk tetap mengantisipasi adanya potensi gerakan tanah atau longsor pada saat curah hujan di atas normal selama Juli 2025.

“Pada Zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji di Jakarta, Sabtu (12/7/2025).

Menurut informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), beberapa wilayah di Jakarta berpotensi terjadi gerakan tanah berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG.

Oleh karena itu, dia meminta camat dan lurah beserta masyarakat aktif mengecek kondisi wilayahnya masing-masing, terutama yang berdekatan dengan aliran sungai maupun terdapat tebing atau gawir.

“Petugas TRC BPBD di setiap kelurahan bersama lurah dan camat memonitor bersama apabila ada kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan baik, BPBD maupun instansi terkait. Lokasi yang sudah dipetakan dikoordinasikan dengan Dinas SDA pelaksanaan teknis di lapangan,” kata Isnawa dikutip dari Antara.

 

Antisipasi Kondisi Tanah Bergerak

Isnawa menjelaskan, antisipasi lainnya yang dapat dilakukan yakni dengan membuat bronjong dan turap mandiri, apabila tanah dalam keadaan miring atau berpotensi bergerak atau bergeser.

BPBD DKI Jakarta juga mengajak masyarakat untuk melakukan penanaman pohon di lokasi rawan dan sudah minim vegetasi untuk mencegah potensi bahaya tanah longsor serta meminimalisir dampak yang lebih serius jika terjadi hujan lebat.

“Penanganan bencana harus secara komprehensif. Bisa dilakukan swadaya atau kolektif oleh masyarakat,” kata Isnawa.

Berdasarkan PVMBG, beberapa wilayah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah potensi terjadinya tanah longsor, yaitu Jakarta Selatan, yang meliputi wilayah Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan.

Kemudian, Jakarta Timur yang meliputi wilayah Kramat Jati dan Pasar Rebo.

Infografis

Infografis Penyebab Petaka Longsor di Natuna Kepulauan Riau. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya