Liputan6.com, Bandung - Kebijakan satu kelas sekolah negeri maksimal diisi 50 siswa yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sempat jadi perbincangan publik. Kini, ia menyampaikan akan memasang AC di unggal kelas tersebut.
Dedi mengatakan, secara keseluruhan, jumlah SMA dan SMK Negeri di Jawa Barat mencapai 801 sekolah. Sedangkan jumlah ruang Kelas X (sepuluh) SMA dan SMK Negeri sekitar 8.727 ruang kelas.
Advertisement
“Yang digunakan muridnya 48 sampai 50 (siswa) itu hanya 384 kelas,” jelas dia lewat media sosial, Sabtu, 12 Juli 2025. “Nanti mau dikirim AC ke sekolah-sekolahnya, 1 kelasnya itu 2 AC sehingga ruangannya dingin,” imbuhnya.
Dedi Mulyadi sebelumnya mengungkap latar alasan kebijakan satu kelas di sekolah maksimal 50 siswa. Menurut Dedi, Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan tingkat putus sekolah yang cukup tinggi.
Dedi menilai kebijakan tersebut perlu diterapkan ketimbang membiarkan anak-anak usia sekolah tak mengenyam pendidikan sama sekali.
Dedi menegaskan bahwa kebijakan jumlah siswa maksimal 50 orang per kelas merupakan kebijakan sementara. Sebab, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membangun ruang kelas baru untuk menampung seluruh siswa.
Simak Video Pilihan Ini:
Dari Mana Duitnya?
Dedi Mulyadi mengatakan, pembelian AC itu hasil dari sumbangan para donatur. Salah satunya, Yoshua Sirait, anak Menteri Perumahan dan Permukiman Indonesia, Maruarar Sirait.
“Dari mana Kang Dedi duitnya? Sumbangan dari berbagai pihak yang sangat peduli terhadap pendidikan di Jawa Barat, salah satu yang sudah menghubungi saya tadi malam akan membantu adalah Pak Joshua Sirait,” katanya.
Dedi mengklaim, masih banyak pihak yang akan membantu pemasangan AC, tapi ia tidak menyebut siapa lebih lanjut.
“Banyak lagi yang akan nyumbang dan tentunya sumbangan itu akan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat Jawa Barat. Ruang-ruang kelasnya yang 48 sampai 50 ber-AC,” kata Dedi.
“Nggak usah khawatir nanti kelasnya dingin dan itu hanya sementara, setelah perubahan anggaran nanti kita akan menambah ruang kelas baru,” janjinya.