DLH DKI Jakarta Jalankan Operasi Bersih-bersih Sungai Dampak Banjir

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menjalankan operasi pembersihan dampak dari banjir beberapa hari lalu. Salah satunya, membersihkan sumbatan sampah di sejumlah titik aliran Sungai Ciliwung dan 12 sungai lainnya yang melintasi Jakarta.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 11 Juli 2025, 12:35 WIB
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menjalankan operasi pembersihan dampak dari banjir beberapa hari lalu. Salah satunya, membersihkan sumbatan sampah di sejumlah titik aliran Sungai Ciliwung dan 12 sungai lainnya yang melintasi Jakarta. (Foto: Tim Humas DLH Jakarta)

Liputan6.com, Jakarta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menjalankan operasi pembersihan dampak dari banjir beberapa hari lalu. Salah satunya, membersihkan sumbatan sampah di sejumlah titik aliran Sungai Ciliwung dan 12 sungai lainnya yang melintasi Jakarta.

"Kami menyiagakan petugas dan memperkuat penanganan sampah di seluruh badan air dengan pasukan oranye di titik-titik rawan mencegah terjadinya penumpukan sampah yang berpotensi menimbulkan efek bendung pada aliran sungai dan memperparah dampak banjir," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Asep Kuswanto dalam keterangan pers diterima, Jumat (11/7/2025).

Asep memastikan penanganan sampah ini dilakukan sejak dari hulu ke hilir aliran sungai. Mulai di Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) sebagai saringan awal sampah sebelum masuk ke tengah kota.

"Sebaran sampah di lokasi seperti Jembatan Pelangi Kalibata, Jembatan Kampung Melayu hingga Banjir Kanal Barat (BKB) Season City bisa diantisipasi dengan baik. Sehingga aliran air menuju laut bisa lancar tanpa adanya efek bendung sampah," jelas Asep.

Asep menambahkan, keberadaan SSTBS sebagai upaya Pemprov Jakarta dalam mengembalikan fungsi ekosistem Sungai Ciliwung yang melewati wilayah Jakarta dengan mengurangi sampah yang masuk ke dalam kota.

"Sebelum beroperasinya SSTBS, sampah menumpuk di Jembatan Pelangi Kalibata, Jembatan Kampung Melayu, dan Pintu Air Manggarai," kata Asep.

Asep mengatakan dalam operasi siaga banjir, DLH DKI Jakarta menerjunkan lebih dari 5.000 personel di seluruh wilayah Jakarta. Berkat kesiapsiagaan mereka, maka dampak genangan air akibat penyumbatan sampah dapat berkurang dengan cepat.

"Begitu surut, air langsung ke laut tanpa terhalang efek bendung sampah,” kata Asep.

Sebelumnya, Gubernur Pramono Anung mengungkap penyebab terjadinya banjir Jakarta salah satunya karena tingginya curah hujan dan sulitnya air untuk surut karena aliran tersumbat. Hal itu diperparah dengan kiriman debit air dari aliran sungai wilayah lain yang mengalir melewati sungai di Jakarta.

Menyiasati hal itu, Pramono Anung meminta koordinasi lintas instansi agar langkah antisipatif berjalan efektif dengan keselamatan warga sebagai prioritas utama. Dia pun berharap petugas di lapangan agar bekerja dengan penuh empati.

Pramono Minta Maaf kepada Warga Terdampak Banjir Jakarta

Gubernur Jakarta Pramono Anung saat meninjau Pintu Air Manggarai di Jakarta Selatan, Selasa (4/3/2025). (Foto: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta maaf kepada seluruh masyarakat yang terdampak banjir yang melanda Jakarta sejak Minggu 6 Juli 2025.

"Saya ingin meminta maaf kepada warga yang terdampak banjir. Karena sekarang ini masih ada beberapa warga yang terdampak akibat banjir, termasuk di daerah ini," kata Pramono saat dijumpai di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (8/7/2025), seperti dilansir dari Antara.

Tak hanya dirinya, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Ika Agustin Ningrum juga telah menghampiri warga pada Selasa pagi untuk meminta maaf secara langsung.

Menurut Pramono, hal ini perlu dilakukan karena tugas seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta termasuk dirinya adalah melayani masyarakat.

"Kita enggak usah malu untuk meminta maaf kepada warga, karena ini bukan sesuatu yang kita rencanakan. Kita akan bekerja keras dan saya akan bekerja keras untuk itu, berpikir bagaimana menangani ke depannya," kata Pramono Anung.

Tak hanya sekadar minta maaf, Pramono juga telah memerintahkan jajarannya untuk menangani banjir di kemudian hari.

Pramono telah meminta pihak Bina Marga dan Dinas SDA DKI Jakarta untuk mengatasi tali-tali air, sumbatan, gorong-gorong, dan lainnya guna mengantisipasi banjir.

Infografis

Infografis Habis Hujan Deras Terbitlah Banjir Jakarta (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya