Jeep Angkat Kaki dari China, Kerja Sama Stellantis dan GAC Resmi Bangkrut

Perusahaan patungan GAC Fiat Chrysler Automobiles (GAC FCA) di Tiongkok resmi dinyatakan bangkrut oleh pengadilan Tiongkok, menandai akhir resmi dari proyek kerja sama yang telah lama gagal antara Fiat Chrysler (FCA) dan GAC Group.

oleh Muhamad RidwanDiterbitkan 11 Juli 2025, 13:06 WIB
GAC FCA (GAC)

Liputan6.com, Jakarta - Nasib kerja sama antara produsen mobil asal Italia-Amerika, Fiat Chrysler Automobiles (FCA), dengan mitra lokalnya di China, GAC Group, resmi tamat. Pengadilan Menengah Changsha menyatakan perusahaan patungan mereka, GAC Fiat Chrysler Automobiles (GAC FCA), bangkrut setelah proses panjang sejak dihentikannya produksi Jeep pada 2022.

Keruntuhan ini sekaligus menutup babak ambisi besar Jeep untuk menguasai pasar China, pasar mobil terbesar di dunia.

Didirikan pada 2009, GAC FCA semula dirancang untuk memproduksi kendaraan Jeep secara lokal agar bisa bersaing dengan merek-merek global lain yang telah lebih dulu menancapkan taring di Negeri Tirai Bambu.

Namun, kenyataan berkata lain. Setelah lebih dari satu dekade beroperasi, perusahaan justru menghadapi gelombang gugatan dari para kreditur.

Tercatat hampir 600 klaim dengan total nilai awal mencapai USD 1,4 miliar (setara sekitar Rp23 triliun), meski jumlah tersebut kemudian menyusut setelah dilakukan audit dan verifikasi ulang.

Administrator GAC FCA dalam pernyataan resminya menyebut bahwa upaya reorganisasi dinilai mustahil oleh sebagian besar kreditur.

Mereka pun mengajukan permohonan kebangkrutan yang akhirnya dikabulkan pengadilan, lengkap dengan persetujuan rencana distribusi aset perusahaan kepada para kreditur.

Semenjak Stellantis induk usaha FCA menarik diri dari kerja sama ini dua tahun lalu, perusahaan memang sudah tidak lagi memproduksi Jeep di China.

 

Menambah Daftar Panjang

Sebagai gantinya, Stellantis memilih mengimpor langsung unit Jeep ke pasar China, sebuah langkah yang ternyata tak cukup menyelamatkan posisi merek tersebut di tengah persaingan ketat dengan produsen lokal dan global lain.

Langkah ini menambah panjang daftar pabrikan asing yang tak berhasil bertahan di pasar otomotif China.

Dengan lebih dari 100 merek otomotif aktif di sana, hanya segelintir yang diperkirakan mampu bertahan dalam jangka panjang. GAC FCA, sayangnya, bukan salah satunya.

Infografis Tips Hadapi Cuaca Ekstrem. (Liputan6.com/Abdillah/Gotri)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya