Liputan6.com, Jakarta Harga emas di Pegadaian hari ini Jumat 11 Jul 2025 untuk jenis UBS dan Galeri24 mengalami kenaikan harga jual dari hari sebelumnya.
Harga emas Galeri24 naik Rp8.000 ke angka Rp1.881.000 dari semula Rp1.873.000 per gram. Begitu pula dengan harga emas UBS yang ikut naik Rp21.000 dari awalnya dibanderol dengan harga Rp1.883.000 per gram kini menjadi Rp1.904.000.
Advertisement
Emas Galeri24 dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara emas UBS dijual dengan kuantitas 0,5 gram hingga 500 gram.
Berikut daftar lengkap harga emas Pegadaian hari ini untuk jenis UBS dan Galeri24:
Harga Emas UBS
- Harga emas UBS 0,5 gram: Rp1.030.000
- Harga emas UBS 1 gram: Rp1.904.000
- Harga emas UBS 2 gram: Rp3.779.000
- Harga emas UBS 5 gram: Rp9.335.000
- Harga emas UBS 10 gram: Rp18.572.000
- Harga emas UBS 25 gram: Rp46.339.000
- Harga emas UBS 50 gram: Rp92.486.000
- Harga emas UBS 100 gram: Rp184.899.000
- Harga emas UBS 250 gram: Rp462.110.000
- Harga emas UBS 500 gram: Rp923.133.000
Harga Emas Galeri24
- Harga emas Galeri24 0,5 gram: Rp987.000
- Harga emas Galeri24 1 gram: Rp1.881.000
- Harga emas Galeri24 2 gram: Rp3.705.000
- Harga emas Galeri24 5 gram: Rp9.194.000
- Harga emas Galeri24 10 gram: Rp18.338.000
- Harga emas Galeri24 25 gram: Rp45.731.000
- Harga emas Galeri24 50 gram: Rp91.388.000
- Harga emas Galeri24 100 gram: Rp182.686.000
- Harga emas Galeri24 250 gram: Rp456.488.000
- Harga emas Galeri24 500 gram: Rp912.526.000
- Harga emas Galeri24 1.000 gram: Rp1.825.052.000.
Harga Emas Makin Mahal, Sekarang Tembus Segini
Sebelumnya, harga emas dunia sedikit berubah pada hari Kamis karena dolar AS yang lebih kuat mengimbangi dampak tarif terbaru Presiden AS Donald Trump dalam mendorong pembelian oleh investor yang mencari perlindungan dari risiko geopolitik.
Dikutip dari CNBC, Jumat (11/7/2025), harga emas dunia di pasar spot naik 0,1% ke USD 3.317,44 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup 0,1% lebih tinggi ke USD 3.325,7.
Kurs dolar AS menguat 0,2%. Harga emas cenderung kehilangan daya tariknya ketika dolar AS menguat, karena menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.
“Kecuali jika terjadi eskalasi geopolitik yang besar, saya tidak melihat emas akan menembus di atas $3.400. Dalam waktu dekat, saya rasa emas akan tetap berada dalam kisaran tertentu,” kata Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, Daniel Pavilonis.
Trump melancarkan serangan tarif lebih lanjut pada hari Rabu, mengumumkan tarif baru sebesar 50% pada impor tembaga AS dan bea masuk sebesar 50% pada barang-barang dari Brasil, keduanya akan dimulai pada tanggal 1 Agustus.
"(Terdapat) peningkatan daya tarik emas di antara negara-negara ekonomi berkembang, yang memandang kualitas logam mulia tersebut yang bebas dari rekanan sebagai daya tarik di dunia yang dibebani oleh risiko geopolitik yang terus-menerus,” ujar Ahli Strategi Pasar di Sprott Asset Management Paul Wong.
Suku Bunga AS
Risalah rapat Federal Reserve pada bulan Juni menunjukkan hanya “beberapa” pejabat yang merasa suku bunga dapat diturunkan paling cepat bulan ini, sementara sebagian besar pembuat kebijakan tetap khawatir tentang tekanan inflasi yang mereka perkirakan akan terjadi akibat tarif.
Di sisi data, jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran secara tak terduga turun minggu lalu, yang menunjukkan pengusaha mungkin mempertahankan pekerjanya meskipun ada indikasi lain mengenai pasar tenaga kerja yang mendingin.
Di antara logam lainnya, perak spot naik 1,5% menjadi USD 36,87 per ons.
“Menembus level USD 35 akan meningkatkan kemungkinan mencapai target USD 40,” kata Wong.
Sementara itu, harga Platinum naik 0,5% menjadi USD 1.353,55. Sedangkan harga Paladium naik 3,9% menjadi USD 1.148,43, setelah mencapai level tertinggi sejak 3 Juli.