Eksperimen Visual Ini Tantang Cara Kita Melihat Diri dan Dunia

Berlangsung di ruang seni progresif SPACCCE, pameran ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga platform eksperimen di titik temu seni, teknologi, dan pengalaman manusia.

oleh Liputan6.comDiperbarui 10 Juli 2025, 17:29 WIB
Seniman visual Alipjon meluncurkan pameran tunggal bertajuk “PAWN STRIP”. (Foto: Dok.)

Liputan6.com, Jakarta - Seniman visual Alipjon meluncurkan pameran tunggal bertajuk “PAWN STRIP”, eksplorasi artistik yang berani tentang manipulasi, eksploitasi, dan absurditas sistemik yang membentuk identitas manusia kontemporer.

Akrab dipanggil Alipjon, ia memandang dirinya sebagai “meteor” yang melekat dengan identitasnya, hingga muncul slogan “Aku adalah Meteor”, dipercaya bahwa untuk membuat seseorang, harus menghancurkan lebih dulu. “Menolak mundur. Terus terbakar, tetap berkibar.”

“Berlangsung di ruang seni progresif SPACCCE, pameran ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga platform eksperimen di titik temu seni, teknologi, dan pengalaman manusia,” kata Dandi Achmad Ramdhani alias Sir Dandy selaku pihak penyelenggara SpaCCCe Jakarta.

Pameran ini mengajak pengunjung menulusuri karya Alipjon yang sebagian besar menyajikan arsip pribadinya bersama dengan kreasi terbarunya. Presentasi ini mewujudkan konsep lintas batas, di mana gaya dan media yang tampaknya kontras dari perjalanan kreatif Alipjon dijalin menjadi dialog visual yang kohesif.

Diselenggarakan di spaCCCe Jakarta, Ruko Grand Wijaya, Jakarta Selatan pameran ini berlangsung mulai 27 Juni 2025 hingga 13 Juli 2025, menghadirkan puluhan karya orisinal yang mencampur aduk elemen komik strip, propaganda visual, dan simbolisme pop-sosial. Dalam “PAWN STRIP”, Alipjon menelanjangi lapisan-lapisan yang membungkus manusia sebagai "bidak" dalam permainan kekuasaan.

Sejumlah nama penting dari dunia seni, musik, fashion, dan media hadir dalam pembukaan pameran tunggal ini, termasuk Sigi Wimala, Marcelline Widjaya, Rendha Rais, Ryo Wicaksono, Leonard Theosabrata, Ridho Hafiedz, Irene Yuliana, Ipang Lazuardi, Didit Saat, Anton Ismael, BUCEK, dan Raisa.

"Tema pameran ini PAWN STRIP, pion dalam catur. Pion cuma bisa jalan maju, neggak bisa mundur. Sepertinya Alipjon lebih berhati-hati kali ini. Bukan pilihan, tapi keharusan," tulis fotografer Anton Ismael dalam kesannya menghadiri pameran tunggal Alipjon.

Sebagai bentuk interaksi dan apresiasi publik, spaCCCe bekerja sama dengan signaturetime.id menghadirkan giveaway eksklusif, menambah semangat partisipasi publik terhadap dunia seni kontemporer yang kini semakin inklusif.

PAWN STRIP Jakarta juga akan diramaikan dengan rangkaian program pendukung, antara lain:

Artist Talk dan diskusi

Mengupas proses kreatif dan filosofi di balik karya-karya Alipjon.

Jumat, 27 Juni 2025 pukul 17.00-21.00 WIB.

Workshop Interaktif

Lokakarya seni visual eksperimental untuk publik, dipandu langsung oleh Alipjon pada Sabtu, 5 Juli 2025 dan lokakarya Bersama Bintang tamu Ahadi Bintang pada Jumat, 11 Juli 2025.

Merchandise eksklusif PAWN STRIP 

Menyediakan print terbatas, zine edisi khusus, dan item koleksi berbasis karakter visual dalam pameran yang dapat dibeli melalui mesin penjual otomatis dan pajangan di lokasi pameran.

Jewelry Launch: Alipjon x Studio Mesin

Rabu 2 Juli 2025

Temukan debut lini perhiasan terbatas—cincin dan liontin—yang dirancang oleh Alipjon bekerja sama dengan Studio Mesin, mencerminkan kepekaan seniman dalam bentuk yang dapat dikenakan.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya