Fenomena Galang Dana Masjid, Begini Etikanya Menurut Buya Yahya

Pengasuh LPD Al Bahjah KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya menyinggung soal fenomena penggalangan dana masjid. Buya Yahya menjelaskan tentang etika yang seharusnya dijunjung tinggi ketika menggalang dana masjid.

oleh Muhamad Husni TamamiDiterbitkan 10 Juli 2025, 14:30 WIB
Buya Yahya mengatakan, salah satu amalan utama di bulan Sya'ban adalah berpuasa. (Foto: Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV)

Liputan6.com, Jakarta - Memakmurkan masjid merupakan tugas mulia setiap muslim dan sangat dianjurkan oleh syariat Islam. Perintah memakmurkan masjid juga tertuang dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman,

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah:18)

Salah satu cara muslim dalam memakmurkan masjid ialah dengan melaksanakan sholat berjamaah di masjid. Selain itu, menjaga kebersihan, merawat dan memelihara masjid juga bagian dari upaya memakmurkan masjid.

Membangun masjid merupakan langkah awal untuk mewujudkan bangunan masjid yang kemudian dimakmurkan oleh umat Islam. Dalam membangun masjid, mayoritas masyarakat muslim Indonesia melakukannya dengan bergotong royong. 

Di beberapa daerah di Indonesia, masyarakat melakukan penggalangan dana untuk membantu kelancaran pembangunan masjid. Tak jarang mereka menggalang dana di pinggir jalan.

Pengasuh LPD Al Bahjah KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya menyinggung soal fenomena penggalangan dana masjid. Buya Yahya menjelaskan tentang etika yang seharusnya dijunjung tinggi ketika galang dana masjid.

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

Penjelasan Buya Yahya

Ilustrasi masjid, Islam. (Foto oleh David McEachan: https://www.pexels.com/id-id/foto/siluet-masjid-di-bawah-langit-berawan-pada-siang-hari-87500/)

Buya Yahya menjelaskan bahwa penggalangan dana untuk pembangunan masjid diperbolehkan asalkan dengan kesepakatan masyarakat sekitar dan izin dari pemerintah setempat. Buya Yahya menekankan bahwa menggalang dananya harus dengan akhlak yang baik, jangan sampai membuat jera orang yang menyumbang.

"Penggalang dana tapi tidak dengan akhlak yang baik, pakai kertas dituliskan misalnya 500 ribu, pindah ke rumah sebelahnya, orang yang lebih kaya. Pak haji masa 200 (ribu), tetangga aja melarat berani 500 (ribu). Ya Allah. ini ngajak jor-joran ini. Orang tidak punya akhlak ini, menggalang dana tidak pakai akhlak," kata Buya Yahya dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV, Kamis (10/7/2025).

Kemudian, Buya Yahya menyinggung sebagian masyarakat yang menggalang dana di jalan umum. Menurutnya, hal itu tidak bisa disalahkan secara mutlak, karena bisa saja itu merupakan kesepakatan bersama, asalkan jangan sampai mengganggu orang lain atau menghambat kendaraan yang berlalu lintas.

"Kalau mengganggu, hendaknya dihindari, biarpun untuk Allah tapi mengganggu orang lain kan gak boleh. Mengganggu orang yang lalu lalang kan tidak diperkenankan," tutur Buya Yahya.

Harus Amanah

Ilustrasi seorang muslim berdoa, Islam. (Photo by Masjid Pogung Dalangan on Unsplash)

Kemudian, panitia pembangunan masjid harus memastikan orang yang menggalang dana. Pastikan orang yang amanah, karena jika tidak amanah maka dosa besar.

"Kalau bicara koruptor, itu tidak hanya dimeja jabatan, orang yang punya jabatan di negara saja, tidak. Pengurus masjid pun bisa saja korupsi, buka kotak amal sendirian, sehingga 200 masuk sakunya, ini bahaya sekali," terang Buya Yahya.

Buya Yahya menegaskan bahwa amanah itu penting, jangan memasrahkan penggalangan dana kepada orang yang tidak bisa dipercaya. Jika ada orang yang sudah jelas tidak amanah, maka jangan berikan kepercayaan lagi.

"Semoga Allah menjaga kita, menjauhkan kita dari khianat dalam urusan amanat-amanat yang telah Allah bebankan kepada kita. Semoga kita diberi kemampuan menjalankan amanah, kemudian Allah memberi kepada kita cara yang tepat, yang baik untuk mengajak orang dalam kebaikan, tidak menyakiti orang lain, sehingga sempurna kebaikan yang kita lakukan karena Allah ta'ala," pungkas Buya Yahya

Wallahu a'lam.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya