PSG dan Serangannya yang Haus Darah

Dengan performa impresif yang terus terjaga hingga turnamen ini, terutama serangannya yang haus darah, PSG tak hanya jadi penantang serius, tetapi juga favorit kuat untuk mengejar takhta dunia.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 09 Juli 2025, 11:38 WIB
Skuad PSG merayakan gol Joao Neves ke gawang Inter Miami di pentas Piala Dunia Antarklub 2025 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Minggu (29/06/2025) malam WIB. (AP Photo/Mike Stewart)

Liputan6.com, Jakarta Paris Saint-Germain (PSG) bersiap menghadapi ujian sesungguhnya di ajang Piala Dunia Antarklub 2025. Jagoan Prancis ini akan bertemu Real Madrid di babak semifinal. Laga bakal digelar di MetLife Stadium, East Rutherford, pada Kamis, 10 Juli 2025, pukul 02.00 WIB. Tiket menuju final jadi taruhannya.

Pertemuan ini jadi duel dua raksasa Eropa yang sama-sama haus trofi. Namun, PSG datang dengan kepercayaan diri tinggi berkat musim sensasional yang baru saja mereka lewati. Luis Enrique membawa Les Parisiens meraih treble Liga Champions, Ligue 1, dan Coupe de France.

Dengan performa impresif yang terus terjaga hingga turnamen ini, terutama serangannya yang haus darah, PSG tak hanya jadi penantang serius, tetapi juga favorit kuat untuk mengejar takhta dunia. Menghadapi Real Madrid, semua mata akan tertuju pada seberapa tajam lini depan PSG bisa bicara.


Mesin Gol dari Paris

Pemain PSG, Achraf Hakimi, merayakan golnya bersama Bradley Barcola dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia Antarklub melawan Inter Miami di Atlanta, Minggu (29/6/2025). (AP Photo/Mike Stewart)

PSG musim ini adalah tim yang sangat produktif. Dalam 63 pertandingan resmi sepanjang 2024/2025, mereka sudah mencetak 164 gol—rata-rata lebih dari dua gol per laga. Angka itu mencerminkan dominasi dan efektivitas di lini depan.

Di Piala Dunia Antarklub 2025, PSG menunjukkan konsistensi yang sama. Mereka sudah melakoni lima laga, empat di antaranya berakhir dengan kemenangan. Les Parisiens mencetak 12 gol dan hanya kebobolan satu kali, termasuk kemenangan 4-0 atas Atletico Madrid dan Inter Miami.

Para pencetak gol pun tersebar. Achraf Hakimi dan Joao Neves sama-sama mencetak dua gol, sedangkan pemain-pemain lain menyumbang masing-masing satu gol. Ketajaman kolektif ini membuat PSG tak bergantung pada satu nama saja, melainkan seluruh lini serang bekerja aktif mencetak gol.


Rekor dalam Jangkauan

Gelandang Paris Saint-Germain (PSG) asal Prancis #14, Desire Doue, merayakan gol pertama timnya dalam pertandingan perempat final Piala Dunia Antarklub 2025 antara Paris Saint-Germain asal Prancis dan Bayern Munich asal Jerman di Stadion Mercedes-Benz di Atlanta pada tanggal 5 Juli 2025. (PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP)

Jika berhasil mengalahkan Real Madrid, PSG tak hanya lolos ke final, tapi juga mencatatkan kemenangan ke-48 musim ini—melampaui rekor klub sebelumnya yang diukir di era Laurent Blanc musim 2015/2016. Pencapaian itu bisa mempertegas superioritas mereka musim ini.

Di sisi lain, catatan gol mereka juga nyaris menyamai rekor lama yang dicetak oleh tim asuhan Unai Emery pada musim 2017/2018, yakni 171 gol dalam satu musim. PSG hanya butuh tujuh gol lagi untuk menyamai angka tersebut, dan bisa jadi lebih jika mereka lolos ke final.

Lanjut Baca:

Mengingat Les Parisiens mencetak tiga gol atau lebih dalam enam dari delapan laga terakhir, kemungkinan memecahkan rekor itu bukan sekadar mimpi. Dengan barisan depan yang sedang panas-panasnya, PSG punya modal untuk terus menambah pundi-pundi gol.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya