IHSG Hari Ini 8 Juli 2025 Naik Tipis, Saham BRMS Menguat 2,51%

308 saham melemah sehingga menahan laju penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Selasa (8/7/2025).

oleh Agustina MelaniDiperbarui 08 Juli 2025, 18:21 WIB
Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menghijau pada perdagangan Selasa, (8/7/2025). Namun, IHSG hanya menguat tipis di tengah sektor saham yang bervariasi.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik tipis 0,05% ke posisi 6.904,39. Indeks LQ45 melemah 0,67% ke posisi 762,36. Sebagian besar indeks saham acuan melemah.

Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.916,83 dan level terendah 6.885,28. Sebanyak 308 saham melemah sehingga bebani IHSG. 276 saham menguat dan 209 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.083.924 kali dengan volume perdagangan 16,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.216.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham infrastruktur melonjak 1,04 melonjak 1,04%, dan catat penguatan terbesar. Sektor saham energi bertambah 0,99%, sektor saham basic mendaki 0,85%, sektor saham industri menguat 0,19%. Selain itu, sektor saham kesehatan naik tipis 0,01%, sektor saham properti bertambah 0,12%.

Sementara itu, sektor saham consumer nonsiklikal susut 0,26%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 0,29%, sektor saham keuangan merosot 0,56%, sektor saham teknologi melemah 0,29%, dan sektor saham transportasi tergelincir 0,57%.

Pada perdagangan Selasa pekan ini, saham BRMS melonjak 2,51%. Saham BRMS dibuka stagnan di posisi Rp 398 per saham. Harga saham BRMS berada di level tertinggi Rp 416 dan terendah Rp 398 per saham. Total frekuensi perdagangan 18.792 kali dengan volume perdagangan 6.630.866 saham. Nilai transaksi Rp 271,4 miliar.

Top Gainers-Losers

Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham ASPR melonjak 32,26%
  • Saham MTFN melonjak 25%
  • Saham PSAT melonjak 25%
  • Saham NICE melonjak 24,86%
  • Saham ARTA melonjak 24,80%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham MFIN merosot 14,81%
  • Saham SOLA merosot 14,81%
  • Saham ASDM merosot 14,63%
  • Saham VINS merosot 14,62%
  • Saham IOTF merosot 14,47%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBCA senilai Rp 1,8 triliun
  • Saham BMRI senilai Rp 627,3 miliar
  • Saham BRPT senilai Rp 509 miliar
  • Saham BBRI senilai Rp 424,2 miliar
  • Saham CUAN senilai Rp 349,5 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham ASPR tercatat 73.383 kali
  • Saham BBCA tercatat 46.529 kali
  • Saham LABA tercatat 34.718 kali
  • Saham BRPT tercatat 29.948 kali
  • Saham BBRI tercatat 29.848 kali

Sentimen IHSG

Pekerja melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/7/2024). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dalam kajian tim riset Philip Sekuritas Indonesia menyebutkan hanya sedikit negara berhasil mencapai kesepakatan dagang dengan AS dalam waktu singkat yang diberikan.

Presiden AS Donald Trump telah menandatangani Keputusan Presiden (Kepres) yang secara resmi memundurkan batas waktu (deadline) pemberlakuan tarif timbal balik (reciprocal tariff) menjadi 1 Agustus 2025, dari sebelumnya 9 Juli 2025.

“Indonesia mendapatkan surat dari Trump yang menyatakan akan dikenakan tarif sebesar 32 persen. Apabila Indonesia memberlakukan tarif balasan kepada AS maka tarif akan dinaikkan, sebaliknya, apabila Indonesia atau perusahaan dari Indonesia memproduksi produk di AS tidak akan dikenakan tarif,” demikian seperti dikutip dari Antara.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dijadwalkan bertolak ke AS pada Selasa, 8 Juli 2025 ini, untuk melanjutkan proses negosiasi tarif resiprokal dengan AS.

Airlangga akan menghadiri pertemuan dengan perwakilan Pemerintah AS untuk mendiskusikan keputusan tarif 32 persen yang tetap diberlakukan per 1 Agustus 2025. Pemerintah masih mengupayakan untuk proses negosiasi dengan AS.

“Karena masih tersedia ruang untuk merespons sebagaimana yang disampaikan oleh Pemerintah AS, Pemerintah Indonesia akan mengoptimalkan kesempatan yang tersedia demi menjaga kepentingan nasional ke depan,” ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto.

Di sisi lain, kebijakan tarif resiprokal Trump telah memicu kekhawatiran inflasi, sehingga semakin mempersulit jalan bagi bank sentral AS The Fed untuk menurunkan suku bunga acuannya.

Risalah rapat Federal Reserve (Fed Minutes) Juni 2025 dijadwalkan dirilis pada Rabu, 9 Juli 2025 seharusnya mampu memberikan lebih banyak petunjuk mengenai arah dan prospek kebijakan.

Para pelaku pasar melihat sekitar 95% probabilitas bahwa suku bunga tidak berubah pada Juli 2025, sementara peluang untuk penurunan suku bunga pada September mendekati 60%.

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya