Saham CDIA Bakal Jadi Pendatang Baru di BEI pada 9 Juli 2025

PT Chandra Daya Investasi (CDIA) akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 9 Juli 2025.

oleh Agustina MelaniDiperbarui 08 Juli 2025, 16:29 WIB
Penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (4/7/2024) menunjukan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona hijau. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Chandra Daya Investasi Tbk akan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 9 Juli 2025.

Mengutip laman KSEI, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) telah menawarkan saham perdana sebesar 12.482.937.500 saham dengan nilai nominal Rp 100 pada 2-7 Juli 2025. Perseroan menetapkan harga saham perdana Rp 190 per saham. Dengan demikian, total dana yang diraup dari hasil penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 2,37 triliun.

Mengutip prospektus Perseroan, dana yang diraih dari IPO antara lain akan digunakan membeli kapal dan pembiayaan operasional oleh anak usaha Perseroan sebesar Rp 871,75 miliar. Selain itu, dana IPO juga akan disalurkan Perseroan melalui penyetoran modal kepada anak usaha Perseroan untuk keperluan pembuatan tangka penyimpanan, pipa saluran ethylene dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya.

Dalam rangka IPO ini, Perseroan telah menunjuk penjamin pelaksana emisi efek antara lain PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas, PT Henan Putihrai Sekuritas, PT OCBC Sekuritas Indonesia, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

 

 

IPO CDIA

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

PT Chandra Daya Investasi Tbk menawarkan 12.482.937.500 saham atau 12,48 miliar saham ke publik dalam rangka IPO. Jumlah saham yang ditawarkan itu setara 10% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO dengan nilai nominal Rp 100 per saham.Demikian seperti dikutip dari prospektus perseroan di laman e-ipo.

Perseroan menawarkan harga penawaran di kisaran Rp 170-Rp 190 per saham. Jadi dana IPO yang akan diterima Perseroan maksimal Rp 2,37 triliun.

Perseroan akan memakai dana IPO itu antara lain sekitar Rp 871,75 miliar untuk disalurkan melalui penyetoran modal kepada perusahaan anak Perseroan yang termasuk dalam bisnis logistik yakni PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM).

Seluruh dana yang diperoleh CSI akan disalurkan kembali sebagian melalui penyetoran modal kepada Chandra Maritime International Pte Ltd (CMI) dan sisanya akan dipakai untuk pembelian kapal dan pembiayaan operasional.

“Dana yang diperoleh oleh CMI dan MIM akan digunakan untuk pembelian kapal dan pembiayaan operasional,” seperti dikutip dari prospectus Perseroan.

Selain itu, sekitar Rp 1,5 triliun akan disalurkan CDIA melalui penyetoran modal kepada perusahaan anak Perseroan yang termasuk dalam bisnis pelabuhan dan penyimpanan yakni PT Chandra Samudera Post (CSP) yang kemudian akan disalurkan kembali melalui penyertaan modal ke PT Chandra Cilegon Port (CCP).

“Dana yang diperoleh oleh CCP akan digunakan untuk keperluan pembuatan tangka penyimpanan, pipa saluran ethylene dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya,” demikian seperti dikutip.

 

Susunan Pemegang Saham

Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelum IPO:

  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar 66,67%
  • Phoenix Power sebesar 33,33%
  • Masyarakat –

Setelah IPO:

  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar 60%
  • Phoenix Power sebesar 30%
  • Masyarakat sebesar 10% 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya