Telkom Perkuat Strategi ESG demi Keberlanjutan Sosial dan Lingkungan

Wakil Direktur Utama Telkom Muhammad Awaluddin paparkan program ESG Telkom, resmikan Digistar Club Chapter UGM, hingga penyerahan bantuan sarana air bersih di acara MBA Catalyst Summit 2025.

oleh Gloria Trivena May AryDiperbarui 08 Juli 2025, 11:48 WIB
GM Witel Yogya Jateng Selatan Agus Faisal (paling kiri) secara simbolis menyerahkan bantuan  berupa instalasi sarana air bersih kepada perwakilan Desa Pengos, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

Liputan6.com, Jakarta Di tengah dinamika global yang kian kompleks, prinsip ESG menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk tumbuh secara berkelanjutan. Bagi Telkom Indonesia, ESG bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi strategi jangka panjang yang menyeluruh. Melalui penerapan ESG, Telkom mampu menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong kontribusi terhadap pembangunan nasional. Langkah ini juga memperkuat posisi bisnis Telkom di tengah persaingan industri. 

Berbagai studi menunjukkan bahwa perusahaan dengan kinerja ESG yang kuat lebih menarik bagi para  investor. Di sisi lain, kepercayaan dan loyalitas konsumen juga sangat dipengaruhi oleh komitmen  perusahaan terhadap praktik keberlanjutan. ESG turut memberikan dampak positif terhadap kepuasan  dan retensi karyawan, di mana perusahaan dengan implementasi ESG yang unggul umumnya memiliki  tingkat kepuasan karyawan yang lebih tinggi. Lebih dari itu, integrasi prinsip ESG ke dalam strategi  korporasi terbukti memperkuat pengambilan keputusan strategis, meningkatkan efektivitas manajemen  risiko, serta membantu perusahaan beradaptasi dengan regulasi dan dinamika pasar yang terus  berkembang. 

Pada kesempatan terpisah, SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom Ahmad Reza  menyampaikan, “Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, keberhasilan bisnis saat ini tidak  lagi hanya diukur dari kinerja finansial, tetapi juga dari kemampuannya dalam mengelola dampak  lingkungan, tanggung jawab sosial, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel. ESG bukan lagi  pilihan, melainkan kebutuhan mendasar untuk membangun pertumbuhan yang berkelanjutan,  memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan, dan memastikan keberlanjutan usaha di masa depan.” 

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap keberlanjutan, Telkom menghadirkan  ‘GoZero% – Sustainability Action by Telkom Indonesia’ yang berlandaskan pada tiga pilar utama. Pada pilar  Environmental, Telkom mengusung program ‘Save Our Planet’ yang berfokus pada mitigasi perubahan  iklim dan manajemen energi, pengelolaan sumber daya dan limbah, serta manajemen lingkungan,  termasuk pengelolaan air dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Kemudian di pilar Social, Telkom mengusung program ‘Empower Our People’ yang berfokus pada  keberagaman, kesetaraan, dan inklusivitas di lingkungan kerja, kesehatan dan keselamatan kerja,  meningkatkan pengalaman pelanggan terbaik melalui layanan unggul dan inovasi produk yang  bertanggung jawab, serta inklusivitas digital dan pelibatan komunitas, termasuk pemberdayaan Usaha  Mikro dan Kecil (UMK).  

Selanjutnya pilar Governance, Telkom mengusung program ‘Elevate Our Business’ yang berfokus pada  kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, praktik bisnis yang beretika, hingga keamanan siber dan  pelindungan data pribadi. Ketiga pilar ini senantiasa menjadi landasan bagi perusahaan dalam  menjalankan operasional bisnis secara berkelanjutan, serta diintegrasikan ke seluruh lini bisnis dan entitas  TelkomGroup sebagai bagian dari budaya perusahaan. 

Wakil Direktur Utama Telkom Muhammad Awaluddin saat menerima cinderamata dari perwakilan  mahasiswa UGM pada acara MBA Catalyst Summit 2025 di Universitas Gadjah Mada (UGM), pada Sabtu  (5/7).

Komitmen Telkom terhadap ESG tercermin pada sejumlah pencapaian yang diperoleh perusahaan. Pada  tahun 2024, Telkom memperoleh sejumlah Sustainability Rating dari berbagai lembaga, seperti  Sustainalytics dengan skor risiko ESG membaik menjadi 25,6 (Medium Risk), skor A dengan predikat “Baik”  dari lembaga rating MSCI, serta skor 91,23 dengan predikat “Sangat Baik” dari Badan Pengawasan  Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 

Pada aspek lingkungan, Telkom telah melakukan verifikasi emisi gas rumah kaca (GRK), melakukan  penambahan cakupan analisis risiko iklim meliputi wilayah rawan bencana berdasarkan Indeks Risiko  Bencana BNPB, peningkatan pengelolaan limbah kantor dan limbah teknologi seperti kabel fiber optic,  penggunaan panel surya pada sejumlah Base Transceiver Station (BTS), hingga berbagai inisiatif untuk  melestarikan keanekaragaman hayati, seperti penanaman mangrove dan terumbu karang. 

Di aspek sosial, Telkom meningkatkan keterlibatan serta pemberdayaan karyawan perempuan dan  disabilitas, berbagai inisiatif untuk pemberdayaan komunitas melalui program Tanggung Jawab Sosial dan  Lingkungan (TJSL), bantuan dan dukungan pengembangan usaha bagi Usaha Mikro dan Kecil (UMK), serta  mewujudkan inklusivitas digital dengan jaringan yang menjangkau lebih dari 98% populasi di Indonesia. 

Lebih lanjut, pada aspek tata kelola, Telkom beserta 13 anak perusahaan dengan kepemilikan langsung  telah tersertifikasi ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan, penerapan kebijakan pelindungan data  pribadi, seluruh karyawan telah menandatangani pakta integritas, serta kepatuhan terhadap regulasi yang  berlaku. 

 

Peresmian Digistar Club Chapter UGM dan Penyerahan Bantuan Sarana Air Bersih  

Pengembangan talenta menjadi salah satu fokus utama perusahaan. Salah satunya melalui Digistar,  program yang dirancang untuk menjaring dan mengembangkan talenta muda berkualitas. Telkom membentuk Digistar Club sebagai talent pool strategis untuk menghimpun mahasiswa di berbagai  universitas di Indonesia. Pada acara MBA Catalyst Summit 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas  Gadjah Mada (UGM), pada Sabtu (5/7), juga dilakukan peresmian pembentukan Digistar Club Chapter  UGM oleh Wakil Direktur Utama Telkom Muhammad Awaluddin.

Pada kesempatan yang sama, GM Witel Yogya Jateng Selatan Agus Faisal secara simbolis menyerahkan  bantuan berupa instalasi sarana air bersih kepada perwakilan Desa Pengos, Kabupaten Gunung Kidul,  Yogyakarta. Pemberian bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen Telkom dalam mendukung agenda  keberlanjutan melalui penciptaan social value impact. Bantuan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi  dengan Universitas Gadjah Mada. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya