Hari Ketiga Pencarian KMP Tunu Pratama Jaya, Korban Selamat 30 Orang

Basarnas Bali Alutnya yang diturunkan yaitu 2 unit RIB KN SAR Arjuna dan KN SAR Permadi.

oleh Destarita RahmawatiDiperbarui 06 Juli 2025, 00:42 WIB
Kapal KN SAR Arjuna 229 saat melakukan pencarian korban tenggelam Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya, pada Jumat (4/7/2025). (Liputan6.com / Tim SAR Bali)

Liputan6.com, Jembrana Operasi pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali kembali dilanjutkan pada hari ketiga, Jumat (4/7/2035). Kapal yang nahas ini tenggelam pada Selasa (27/7/2025) malam.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa kapal KN SAR Arjuna 229 mulai bergerak pada pukul 09.45 WIB bersama Tim SAR Gabungan. "KN SAR Arjuna 229 bergerak pada pukul 09.45 WIB untuk melakukan pencarian sesuai rencana operasi SAR dengan luas area pencarian 37,21 km²," terangnya.

Sebanyak 23 personel dikerahkan pada KN SAR Arjuna 229, didukung oleh 13 personel Basarnas Denpasar, 12 personel Pos SAR Jembrana, dan 4 personel Pos SAR Buleleng. Fokus penggunaan alat utama (Alut) pencarian hari ini yaitu dengan alut laut skala besar.

"Basarnas Bali Alutnya yang diturunkan yaitu 2 unit RIB KN SAR Arjuna dan KN SAR Permadi," imbuh Sidakarya. Selain operasi laut, Basarnas juga melakukan pemantauan via udara menggunakan helikopter untuk mencari korban tenggelam.

Cuaca cerah membantu proses pencarian dari udara, meskipun hembusan angin cukup kencang. "Jika sesuai data kemarin, yang belum ketemu 30 orang, cuaca cukup cerah," ujar Sidakarya saat ikut serta dalam pencarian menggunakan helikopter.

Berdasarkan data manifest, tim SAR masih mencari 29 korban yang belum ditemukan. Sementara itu, pemulangan enam jenazah korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya telah dilakukan pada pukul 20.15 WIB. Jenazah tiba di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, diangkut menggunakan lima ambulans.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Ribut Eko S., Kapolda Jatim, serta tim SAR gabungan menerima kedatangan jenazah. Secara simbolis, jenazah diserahkan kepada keluarga dan diberangkatkan ke RS Blambangan.

 

Simak Video Pilihan Ini:

30 Orang Selamat

Tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya terjadi pada Selasa, 27 Juli 2025, di Selat Bali. Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, mengangkut 53 penumpang dan 13 awak kapal.

Kapal juga membawa kendaraan seperti sepeda motor, mobil pick-up, truk, dan tronton. Namun, 25 menit setelah lepas jangkar, kapal tenggelam pada pukul 22.56 WIB di perairan antara Ketapang dan Gilimanuk.

Adapun data terbaru yang dikonfirmasi kembali oleh Deputi Operasi Pencarian dan Pertolongan serta Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI (Purn) Ribut Eko Suyanto, dimana 2 korban selamat yang bernama Tri Wahyudi dan Wahyudi.

"Ternyata setelah kami lakukan rekonfirmasi ulang, yang bersangkutan adala dua orang berbeda. Dimana yang namanya Wahyudi itu adalah penduduk di Gilimanuk. Saat mereka selamat, langsung dijemput pihak keluarga dan kembali ke rumah," terang Eko Suyanto dalam konferensi pers, Jumat (4/7/2025) malam.

Hingga kini, data terbaru menunjukkan penumpang selamat 30 orang dan 6 korban meninggal dunia. Tim SAR terus berupaya mencari korban yang masih hilang dengan memaksimalkan operasi laut dan udara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya