Ubi Cilembu Sumedang, Jejak Manis dari Tanah Priangan yang Menggoda Lidah

Berbeda dengan jenis ubi lainnya, ubi Cilembu memiliki kulit yang berwarna krem atau jingga muda, bentuk yang panjang

oleh Panji PrayitnoDiterbitkan 06 Juli 2025, 16:00 WIB
ilustrasi ubi cilembu/aniestia n/Shutterstock

Liputan6.com, Jakarta - Di hamparan dataran tinggi yang sejuk dan subur di wilayah Kabupaten Sumedang Jawa Barat, tersembunyi sebuah kekayaan lokal yang bukan hanya menggugah selera tetapi juga menjadi ikon agrikultur unggulan daerah tersebut ubi Cilembu.

Ubi yang satu ini bukan sekadar umbi biasa. Ia memiliki daya tarik khas yang begitu kuat, terutama saat dipanggang atau dibakar mengeluarkan cairan manis menyerupai madu yang membuatnya dijuluki ubi madu.

Dengan ciri khas rasa manis alami dan tekstur lembut legit, ubi Cilembu telah merambah pasar nasional bahkan internasional, menjadikannya salah satu komoditas pertanian Indonesia yang patut dibanggakan. Asal usul nama Cilembu sendiri merujuk pada sebuah desa kecil di Kecamatan Pamulihan, Sumedang.

Di sinilah tempat asal mula varietas ubi ini dibudidayakan secara tradisional oleh para petani lokal. Berbeda dengan jenis ubi lainnya, ubi Cilembu memiliki kulit yang berwarna krem atau jingga muda, bentuk yang panjang dan kadang tidak beraturan, serta daging yang padat dan berwarna kekuningan.

Namun, yang menjadikannya istimewa bukan hanya soal penampilan atau rasa, melainkan juga proses memasaknya. Ubi ini menunjukkan karakter terbaiknya ketika dibakar dalam suhu tinggi selama beberapa jam.

Hasilnya, keluar cairan lengket berwarna cokelat keemasan dari dalam daging ubi, yang memberikan sensasi rasa manis seperti karamel alami menjadi sebuah keunikan yang tidak bisa diduplikasi oleh ubi lain.

Tidak hanya kelezatannya yang menggoda, ubi Cilembu juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Kaya akan karbohidrat kompleks, serat, vitamin A, C, dan beberapa jenis mineral seperti mangan dan kalium, menjadikan ubi ini sebagai pilihan makanan sehat yang cocok dikonsumsi berbagai kalangan.

Kandungan gulanya yang alami juga membuatnya ideal sebagai pengganti gula buatan dalam aneka resep makanan sehat. Bahkan, ubi Cilembu kini mulai menjadi primadona dalam dunia diet modern karena indeks glikemiknya yang relatif rendah dibandingkan karbohidrat olahan lainnya, menjadikannya ramah untuk penderita diabetes dan pelaku gaya hidup sehat.

Produk Kuliner

Menariknya, popularitas ubi Cilembu telah memantik kreativitas masyarakat dalam mengolahnya menjadi beragam produk kuliner yang tak hanya lezat, tapi juga inovatif dan bernilai ekonomi tinggi.

Jika dulu ubi ini hanya dikenal dalam bentuk bakar biasa yang dijual di pinggir jalan atau pasar tradisional, kini olahan ubi Cilembu telah menjelma dalam rupa aneka makanan modern yang memadukan kearifan lokal dan tren global. Salah satu contoh olahan yang populer adalah brownies ubi Cilembu.

Dalam penganan ini, ubi yang telah dihaluskan dicampur dengan cokelat hitam, tepung, dan telur untuk menghasilkan kue cokelat yang lembut, lembap, dan memiliki rasa manis khas dari ubi madu. Tidak hanya menggoda dari segi rasa, tetapi juga menawarkan nilai jual yang tinggi di pasar oleh-oleh maupun toko kue kekinian.

Selain itu, ada pula produk seperti keripik ubi Cilembu yang dikemas secara modern dengan berbagai varian rasa keju, pedas manis, barbeque, hingga original madu panggang. Inovasi ini menjadikan ubi Cilembu tidak hanya identik dengan kelezatan, tetapi juga kepraktisan dalam konsumsi.

Produk ini sangat digemari oleh konsumen dari berbagai usia karena teksturnya yang renyah dan rasa manis yang khas, ditambah nilai nostalgia yang sering kali menyertainya, terutama bagi mereka yang pernah menyantap ubi panggang hangat di kaki Gunung Manglayang atau di pinggiran jalan menuju Tanjungsari.

Olahan lain yang tak kalah menarik adalah dodol ubi Cilembu, yang memberikan alternatif lebih sehat dibandingkan dodol berbahan dasar gula pasir. Dodol ini memiliki cita rasa yang unik dengan aroma khas karamel panggang dari ubi yang telah diolah secara tradisional.

Produk ini sangat cocok untuk oleh-oleh khas Sumedang dan bahkan mulai dilirik pasar ekspor karena keunikannya yang tak dimiliki oleh dodol dari daerah lain.Tak berhenti sampai di situ, kini bermunculan juga es krim ubi Cilembu, mochi isi ubi Cilembu, hingga donat dan pancake ubi Cilembu yang dijajakan oleh kafe-kafe di kota besar seperti Bandung, Jakarta, hingga Surabaya.

Rasa khas manis alami dan warna keemasan ubi Cilembu mampu memberikan sentuhan eksotis pada kuliner modern, menjadikannya bahan favorit para chef kreatif yang ingin mengeksplorasi bahan lokal dalam resep kontemporer. Selain dari segi rasa dan olahan, ubi Cilembu juga memiliki nilai ekonomi dan budaya yang penting.

Pemerintah daerah dan petani setempat telah menjadikan komoditas ini sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi desa. Melalui berbagai pelatihan, pengolahan pasca panen, dan program pemberdayaan UMKM, ubi Cilembu kini menjadi simbol keberhasilan pertanian lokal yang mampu mengangkat nama daerah.

Bahkan, setiap tahunnya, Sumedang mengadakan festival khusus yang turut memamerkan berbagai hasil olahan ubi Cilembu serta potensi lain dari Desa Cilembu dan sekitarnya. Dengan segala potensi dan keistimewaannya, tidaklah berlebihan jika ubi Cilembu dianggap sebagai permata tersembunyi dari tanah Parahyangan.

Ia bukan sekadar umbi, melainkan cerminan dari dedikasi petani, kekayaan tanah, dan kekuatan tradisi yang terus tumbuh dan beradaptasi dengan zaman. Dari dapur sederhana masyarakat desa hingga restoran berkelas di ibu kota, ubi Cilembu telah membuktikan bahwa kekuatan kuliner lokal Indonesia mampu menciptakan pengalaman rasa yang tidak terlupakan manis, lembut, dan membekas dalam kenangan setiap orang yang pernah mencicipinya.

Seperti tetesan madu yang muncul dari kulit ubi yang dibakar dengan sabar, ubi Cilembu mengajarkan kita bahwa kelezatan sejati datang dari kesederhanaan yang diolah dengan penuh cinta dan kearifan.

Maka, tak ada salahnya jika dalam setiap kunjungan ke Sumedang atau pasar tradisional di Jawa Barat, Anda mencari kehangatan dari sepotong ubi Cilembu panggang yang bukan hanya mengisi perut, tapi juga menghangatkan jiwa.

Penulis: Belvana Fasya Saad

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya