Liputan6.com, Jakarta - Rumah Tempe Indonesia (RTI) menggelar festival 'Pesta Rasa Tempe' pada puncak Hari Tempe Nasional di kawasan Karanganyar, pada Sabtu, beberapa waktu lalu.
Ragam hiburan mulai dari demo memasak tempe, aneka stand kuliner dari 20 UMKM lokal Karanganyar dan Solo, hingga Tempe-rience Zone, sebuah area interaktif dengan permainan seru, photobooth tematik, dan lucky draw.
Advertisement
Pesta rakyat bertambah seru dengan hadirnya 'Tempe Wayang Experience', sebuah pertunjukan seni perpaduan wayang dengan narasi edukatif seputar tempe, dengan menggandeng Sanggar Wayang Gogon.
“Beliau (Ki Manteb) dulu sering mengadakan pagelaran wayang. Jadi, masyarakat sekitar sangat rindu dengan pagelaran wayang di sana,” ujar CEO Rumah Tempe Indonesia Bela Putra Perdana.
Menurutnya, acara tersebut menjadi bentuk nyata komitmen RTI sebagai pusat inovasi, edukasi, dan pelestarian tempe dalam membangun kesadaran masyarakat tentang nilai penting tempe. "Dengan cara yang menghibur dan mudah dipahami bagi semua kalangan," ujar dia.
Pemilihan lokasi festival serta gelaran wayang kulit di sana ujar dia, sebab lokasi itu merupakan rumah mendiang (Alm) Ki Manteb Sudarsono, dalang kenamaan Indonesia.
"Kami berharap Sanggar Wayang Gogon bisa dikembangkan sebagai destinasi eduwisata berbasis budaya, menggabungkan edukasi pangan lokal dan seni pertunjukan tradisional," papar dia.
Tempe Pangan Berkelanjutan
Tak hanya mengangkat kreativitas olahan tempe, acara ini juga memperkenalkan proses produksi tempe yang higienis kepada publik, pentingnya gaya hidup sehat dan keberlanjutan pangan saat ini.
Walhasil, acara ini mendapatkan atensi publik cukup tinggi dengan kehadiran lebih dari 200 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum hingga perwakilan pemerintah dan institusi.
"Ada juga perwakilan dari Korem, Kodim TNI, Polres dan Polsek Karangpandan, tokoh masyarakat, hingga perangkat desa,” ujarnya.
Dengan hadirnya festival itu, RTI optimis bahwa tempe bisa menjadi simbol pangan berkelanjutan, sehat, dan mengakar kuat dalam budaya lokal.
Rencananga, festival akan menjadi agenda tahunan rutin setiap bulan Juni, sebagai bentuk perayaan Hari Tempe Nasional sekaligus hari jadi Rumah Tempe Indonesia (RTI).
"Harapannya, acara ini bisa menjadi pembangkit semangat kebudayaan bagi masyarakat Karanganyar, Solo dan sekitarnya,” ujar dia.