Tumbuh 7%, CLEO Cetak Penjualan Rp 668,9 Miliar pada Kuartal I 2025

Pada kuartal pertama 2025, CLEO membukukan penjualan Rp 668,9 miliar atau naik 7 persen dibanding periode sama tahun lalu, sementara laba bersih menanjak menjadi Rp 116,5 miliar.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 03 Juli 2025, 06:00 WIB
Pekerja melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/7/2024). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), produsen air minum dalam kemasan (AMDK) merek Cleo, membuka 2025 dengan capaian kinerja yang mantap. Pada kuartal pertama 2025, perseroan membukukan penjualan Rp 668,9 miliar atau naik 7 persen dibanding periode sama tahun lalu, sementara laba bersih menanjak menjadi Rp 116,5 miliar. 

Peningkatan ini menegaskan efektivitas strategi jangka panjang perusahaan di tengah persaingan industri AMDK yang makin ketat. Lonjakan penjualan terutama ditopang oleh bertambahnya volume. 

Segmen air minum dalam kemasan botol tumbuh 8,7 persen secara tahunan, sedangkan segmen non‑botol ikut meningkat 2,6 persen berkat permintaan yang melebar dan distribusi yang kian luas. Konsistensi pertumbuhan volume menunjukkan preferensi konsumen yang terus bergerak positif terhadap produk Cleo.

CEO CLEO, Melisa Patricia, menegaskan komitmen perusahaan dalam pernyataannya.  Melisa Patricia menuturkan strategi perseroan yang fokus pada produk air murni, ekspansi jaringan produksi dan distribusi nasional, serta efisiensi operasional terbukti berkelanjutan. 

“Kami akan terus berinovasi dan memperluas jangkauan kami agar CLEO tetap menjadi pilihan utama konsumen Indonesia yang mengutamakan kesehatan dan kualitas,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (2/7/2025).

Kunci lain keberhasilan CLEO ialah perluasan jaringan produksi dan distribusi di seluruh Indonesia. Hingga awal 2025, perseroan mengoperasikan 32 pabrik jaringan terbesar di industri AMDK Tanah Air dengan dukungan ribuan mitra distribusi. Ekspansi agresif ini menekan biaya logistik, memastikan kesegaran produk, sekaligus memperkuat daya saing di pasar.

 

 

Targetkan Rampungnya 3 Pabrik Baru

Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Tahun ini, CLEO menargetkan rampungnya tiga pabrik baru di Pekanbaru, Palu, dan Pontianak. Fasilitas tambahan tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi, mempercepat layanan ke berbagai wilayah, dan menjaga kualitas melalui rantai pasok yang kian efisien.

Dengan infrastruktur yang tersebar strategis, perusahaan optimistis dapat merespons kebutuhan pasar lebih cepat sekaligus mempertahankan standar mutu tinggi.

Sejak berdiri, CLEO dikenal sebagai pelopor air murni dalam kemasan di Indonesia serta produsen AMDK pertama yang mengantongi sertifikat ISO 22000:2005 untuk manajemen keamanan pangan. Inovasinya seperti galon PET bebas BPA dengan pegangan menjadi nilai tambah yang terus memperkuat citra merek di mata konsumen yang semakin sadar kesehatan.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya