Liputan6.com, Washington, DC - Donald Trump mengumumkan di platform media sosial miliknya, Truth Social, bahwa Israel telah menyetujui gencatan senjata selama 60 hari di Gaza. Dia kemudian mendesak Hamas menerima isi kesepakatan tersebut.
"Qatar dan Mesir, yang telah bekerja sangat keras untuk membantu mewujudkan Perdamaian, akan menyampaikan proposal final ini. Saya berharap, demi kebaikan Timur Tengah, Hamas menerima Kesepakatan ini, karena tidak akan ada tawaran yang lebih baik – SITUASINYA HANYA AKAN MEMBURUK," tulisnya.
Advertisement
Kabar ini muncul jelang kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Gedung Putih pada 7 Juli.
Trump pada Selasa (1/7/2025) berjanji pula akan bersikap sangat tegas dalam upayanya untuk mengakhiri perang di Gaza saat bertemu dengan Netanyahu pekan depan, sementara Israel terus melancarkan serangannya ke wilayah Palestina. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Trump saat dia melakukan kunjungan ke sebuah pusat penampungan migran di Florida.
Bulan lalu, Trump juga sempat mengumumkan kesepakatan gencatan senjata dalam konflik Israel-Iran melalui media sosialnya, bahkan sebelum kedua negara mengonfirmasi bahwa mereka telah menyepakati hal tersebut.Sejauh ini, Hamas belum merespons pernyataan Trump.
Pertemuan Ketiga Trump-Netanyahu
Berakhirnya perang Iran-Israel selama 12 hari dengan Iran telah membuka peluang untuk mencapai sebuah kesepakatan, sementara Trump sendiri ingin menambahkan satu lagi perjanjian damai ke dalam deretan kesepakatan yang telah dia fasilitasi baru-baru ini.
Ketika ditanya di pusat penampungan migran mengenai seberapa tegas dirinya akan bersikap terhadap Netanyahu dalam upaya mengakhiri perang, Trump menjawab: "Sangat tegas."
"Tapi dia juga menginginkannya.... Dia juga ingin mengakhirinya," tambah Trump.
Kunjungan pada Senin mendatang akan menjadi yang ketiga bagi Netanyahu sejak Trump kembali berkuasa pada Januari dan terjadi setelah presiden Amerika Serikat (AS) tersebut melakukan intervensi langka dalam politik domestik Israel.
Akhir pekan lalu, Trump mengancam akan menghentikan bantuan AS untuk Israel ketika dia melalui unggahan di media sosialnya menyerukan agar jaksa menghentikan dakwaan korupsi yang telah lama membelit Netanyahu.
Netanyahu menjadi pemimpin asing pertama yang mengunjungi Trump pada masa jabatan keduanya pada Februari lalu, ketika presiden AS itu mengejutkannya dengan pengumuman mendadak mengenai rencana AS untuk mengambil alih Gaza.
Perdana menteri Israel itu kembali mengunjungi Trump pada April.