Bukan Lagi Soal Lari, tapi Kendali: Modric Datang, Allegri Ubah Wajah Lini Tengah AC Milan

Tak lagi mengandalkan intensitas lari, Milan kini mengusung pendekatan yang lebih sabar dan terkontrol di lini tengah.

oleh Gia Yuda PradanaDiperbarui 01 Juli 2025, 17:33 WIB
Hal tersebut terungkap pada 22 Mei 2025, Luka Modric mengatakan pada bahwa ia akan meninggalkan klub raksasa Spanyol itu. Tampak dalam foto, gelandang Real Madrid asal Kroasia, Luka Modric bereaksi selama pertandingan sepak bola final Piala Interkontinental FIFA 2024 melawan Pachuca dari Meksiko di Stadion Lusail, Doha, Qatar pada 18 Desember 2024. (KARIM JAAFAR/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Kembalinya Massimiliano Allegri ke AC Milan menandai awal dari transformasi permainan Rossoneri. Tak lagi mengandalkan intensitas lari, Milan kini mengusung pendekatan yang lebih sabar dan terkontrol di lini tengah.

Filosofi baru ini berakar pada penguasaan bola dan kepemimpinan. Untuk itu, nama besar seperti Luka Modric menjadi pilihan utama guna menjadi jangkar perubahan.

Gaya ini akan membuat Milan lebih mendominasi permainan daripada memburunya. Dengan lini tengah yang diisi pemain berteknik tinggi, Allegri ingin Milan bermain cerdas dan efisien.


Modric, sang Maestro yang Didatangkan Demi Ketenangan

Gelandang Real Madrid, Luka Modric, merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Villarreal pada laga La Liga di Stadion El Madrigal, Spanyol, Sabtu (27/9/2014). (AFP/Jose Jordan)

Luka Modric akan resmi bergabung setelah gelaran Piala Dunia Antarklub berakhir. Gelandang 38 tahun itu datang untuk menjadi pemimpin dalam revolusi lini tengah Milan.

Sebagai pemegang enam gelar Liga Champions dan peraih Ballon d'Or, Modric tahu cara membawa timnya ke puncak. Ia bukan hanya simbol pengalaman, tetapi juga contoh nyata konsistensi dan kecerdasan bermain.

Modric akan menjadi titik acuan permainan Milan yang baru. Allegri ingin segalanya berawal dari kaki sang maestro, bukan dari kecepatan kaki pemain muda yang ceroboh.


Target Baru: Ricci dan Jashari

Gelandang Timnas Italia, Samuele Ricci, mengontrol bola sembari menghindari penyerang timnas Prancis, Ousmane Dembele, saat laga pertama Grup A2 UEFA Nations League di Parc des Princes, Paris, Sabtu (7/9/2024) dini hari WIB. (Franck FIFE / AFP)

Ada setidaknya dua gelandang tambahan yang dibutuhkan untuk mendukung proyek ini. Nama Samuele Ricci muncul kembali sebagai regista ideal berkat visi bermainnya di Torino dan statusnya sebagai pemain timnas Italia.

Ricci dinilai sebagai mezzala yang tak hanya piawai mengatur tempo, tapi juga rajin bergerak tanpa bola. Ia dianggap sebagai pemain yang bisa menyatu dengan visi Modric dalam skema Allegri.

Nama lain yang sedang diincar adalah Ardon Jashari, gelandang asal Swiss yang kini bermain di Club Brugge. Ia sudah menyatakan ingin bermain di San Siro dan itu jadi sinyal kuat bagi Milan.


Negosiasi Jalan Terus, tapi Tak Terburu-buru

Ardon Jashari diincar Manchester United (AFP)

Club Brugge mematok harga €35 juta (sekitar Rp619 miliar) untuk Jashari, sementara Milan baru menawar €30 juta (sekitar Rp531 miliar). Dengan bonus dan kompromi, kesepakatan masih mungkin tercapai.

Milan sendiri belum bisa menggenjot negosiasi karena butuh dana segar. Yunus Musah masuk daftar jual, dengan Wolverhampton dan Nottingham Forest sebagai calon pelabuhan baru.

Lanjut Baca:

Musah yang dinilai kurang cocok dengan proyek Allegri harus digantikan oleh sosok yang lebih sesuai. Di sinilah peran Jashari atau Ricci menjadi semakin penting.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya