IHSG Ditutup Melemah, Sektor Transportasi Terpukul Meski Sentimen Eksternal Positif

IHSG ditutup melemah 12 poin di tengah sentimen positif dari bursa global. Sektor transportasi dan logistik menjadi pemberat utama, meski neraca dagang RI mencatatkan surplus jumbo pada Juni 2025.

oleh Arthur GideonDiperbarui 02 Juli 2025, 07:49 WIB
Pengunjung mengambil foto layar indeks harga saham gabungan yang menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Sebelumnya, Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin.(Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (1/7/2025) di zona merah, melemah 12,32 poin atau 0,18% ke level 6.915,36. Pelemahan ini dipimpin oleh sektor transportasi dan logistik, meskipun sentimen global menunjukkan perbaikan.

Indeks saham LQ45 yang memuat 45 saham unggulan juga turun 0,27% atau 2,07 poin ke posisi 770,58.

Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, bursa regional Asia sebenarnya bergerak positif mengikuti jejak Wall Street. Sentimen pasar membaik berkat meredanya ketegangan perang dagang dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga jangka pendek oleh The Fed.

Data Domestik: Manufaktur Kontraksi, Neraca Dagang Surplus

Dari dalam negeri, data yang dirilis S&P Global menunjukkan indeks manufaktur Indonesia pada Juni 2025 terkontraksi ke 46,9, turun dari 47,4 pada Mei. Kontraksi ini disebabkan oleh lesunya permintaan domestik, meskipun kinerja ekspor relatif stabil.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca dagang Juni sebesar USD 4,3 miliar, jauh lebih besar dari bulan sebelumnya yang hanya USD 160 juta.

BPS juga melaporkan inflasi Juni sebesar 0,19% (mtm) dan 1,87% (yoy)—masih berada dalam target Bank Indonesia di kisaran 1,5%–3,5%. Data ini memberi ruang bagi BI untuk memangkas suku bunga, yang bisa mendorong daya beli dan investasi.

Tensi Dagang AS dan Jepang Masih Membayangi

Faktor kebijakan tarif impor global Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masih diduga kuat menjadi faktor yang sangat memengaruhi IHSG di Indonesia. (BAY ISMOYO/AFP)

Di level global, pelaku pasar masih menantikan keputusan Amerika Serikat terkait kebijakan tarif impor yang akan jatuh tempo pada 9 Juli 2025. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa beberapa negara tengah bernegosiasi secara konstruktif. Namun, ia memperingatkan tarif bisa kembali dinaikkan jika tidak ada kemajuan.

Presiden AS Donald Trump juga mengancam tarif tambahan untuk Jepang, termasuk mempertahankan bea masuk 25% pada mobil Jepang dan menyuarakan ketidakseimbangan perdagangan terkait impor beras AS. Investor global mencermati apakah kesepakatan dagang bisa tercapai sebelum tenggat waktu.

IHSG Dibuka Hijau, Ditutup Merah

Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

IHSG sempat dibuka menguat pada awal perdagangan, namun berbalik melemah hingga penutupan sesi pertama dan tetap bertahan di zona merah sampai akhir sesi kedua.

Menurut data IDX-IC, empat sektor mencatatkan penguatan:

  • Barang konsumen non-primer naik 0,77%
  • Barang baku naik 0,16%
  • Infrastruktur naik 0,12%
  • Kesehatan sedikit naik

Sementara delapan sektor lainnya melemah, dipimpin oleh:

  • Transportasi & logistik: turun 2,23%
  • Keuangan: turun 0,84%
  • Industri: turun 0,78%

Saham Paling Aktif dan Tertekan

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi antara lain:

  • MINA
  • KRYA
  • APEX
  • ARCI
  • BUVA

Sementara saham yang melemah paling dalam antara lain:

  • BTPN
  • INDS
  • SAFE
  • NIRO
  • LFLO

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya