Ekspor RI Tembus Rp 1.811 Triliun, Komoditas Ini Naik Tajam

Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan, ekspor Indonesia di sepanjang Januari-Mei 2025 menembus angka USD 111,98 miliar, atau setara Rp 1.811,8 triliun (kurs Rp 16.180 per dolar AS).

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 01 Juli 2025, 12:35 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di JICT Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (18/10). Penurunan impor yang lebih dalam dibandingkan ekspor menyebabkan surplus neraca dagang pada September 2016 mencapai US$ 1,22 miliar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan, ekspor Indonesia di sepanjang Januari-Mei 2025 menembus angka USD 111,98 miliar, atau setara Rp 1.811,8 triliun (kurs Rp 16.180 per dolar AS).

"Sepanjang januari-mei 2025, total nilai ekspor mencapai USD 111,98 miliar, atau naik 6,98 persen dibandingkan periode sama pada tahun lalu," terang Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, Selasa (1/7/2025).

Secara kelompok, nilai ekspor migas (minyak dan gas bumi) selama 5 bulan pertama tahun ini mencapai USD 5,92 miliar (Rp 95,78 triliun), atau turun 11,26 persen. Sementara nilai ekspor non migas tercatat naik sebesar 8,22 persen, dengan nilai USD 106,06 miliar (Rp 1.716 triliun).

Jika dilihat menurut sektor, Pudji mengatakan, peningkatan ekspor non migas secara kumulatif terjadi di sektor industri dan pertanian.

"Sektor industri pengolahan menjadi pendorong utama atas meningkatnya kinerja ekspor non migas dalam periode Januari-Mei 2025. Dengan andil sebesar 12 persen," jelas dia.

Ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar, di antaranya minyak kelapa sawit, logam dasar bukan besi, kimia dasar organik yang bersumber dari pertanian, semi konduktor dan komponen elektronik lainnya, serta mentega, lemak, dan minyak kakao.

 

China Jadi Pasar Ekspor Terbesar

Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/10/2021). Surplus ini didapatkan dari ekspor September 2021 yang mencapai US$20,60 miliar dan impor September 2021 yang tercatat senilai US$16,23 miliar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Adapun jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan ekspor, nilai ekspor non migas ke China tercatat sebesar USD 24,25 miliar (Rp 392,3 triliun), atau naik 8,38 persen dibandingkan Januari-Mei 2024.

Apabila dibandingkan secara kumulatif dengan periode yang sama tahun lalu, pada Januari-Mei 2025, ekspor non migas ke Amerika Serikat, ASEAN, dan Uni Eropa mengalami peningkatan, sementara ke India mengalami penurunan.

Adapun khusus pada Mei 2025, nilai ekspor Indonesia di bulan tersebut mencapai USD 24,61 miliar (Rp 398,1 triliun), atau naik 9,68 persen dibandingkan Mei 2024.

 

Rincian Ekspor Mei 2025

Sebuah kapal bersandar di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (26/5). Penyebab kinerja ekspor sedikit melambat karena dipengaruhi penurunan aktivitas manufaktur dan mitra dagang utama, seperti AS, China, dan Jepang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Nilai ekspor migas tercatat sebesar USD 1,11 miliar (Rp 17,9 triliun) atau turun 21,71 persen. Nilai ekspor non migas tercatat naik sebesar 11,80 persen, dengan nilai USD 23,50 miliar (Rp 380,2 triliun).

"Terutama didorong kenaikan nilai ekspor non migas, pada komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati yang naik 63,01 persen, dengan andil 4,05 persen," imbuh Pudji.

Ekspor komoditas besi dan baja naik 27,58 persen dengan andil 2,70 persen. Sedangkan komoditas mesin dengan perlengkapan elektrik serta bagiannya naik 45,11 persen, dengan andil 2,58 persen.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya