BUMA Mulai Produksi Batu Bara di Tambang PKP Senilai Rp 12 Triliun

BUMA resmi memulai produksi di tambang PKP, anak usaha SINI, sebagai bagian dari kontrak Rp12 triliun selama sembilan tahun. Proyek ini diharapkan dorong ekonomi lokal dan perkuat praktik tambang berkelanjutan.

oleh Pipit Ika RamadhaniDiperbarui 30 Juni 2025, 18:06 WIB
PT. Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak perusahaan PT. Delta Dunia Makmur Tbk. akan menerbitkan Obligasi I BUMA Tahun 2023. (Liputan6.com/ ist)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak usaha utama PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), resmi memulai aktivitas produksi di tambang milik PT Persada Kapuas Prima (PKP), anak perusahaan dari PT Singaraja Putra Tbk (SINI), setelah seremoni First Cut pada 14 Juni 2025 menandai dimulainya operasional tambang secara resmi.

Produksi ini merupakan tindak lanjut dari kontrak jasa pertambangan jangka panjang (life-of-mine) senilai Rp12 triliun—setara lebih dari USD 755 juta—yang diteken pada Agustus 2024. BUMA akan memberikan layanan menyeluruh mulai dari pengupasan lapisan tanah penutup (overburden) hingga penambangan batu bara.

“Produksi ini menjadi tonggak baru dalam kemitraan jangka panjang yang kami bangun bersama PKP, yang berlandaskan kepercayaan dan tujuan bersama,” ujar Wakil Direktur Utama BUMA, Nanang Rizal Achyar dalam keterangan tertulis, Senin (30/6/2025).

Ia menegaskan bahwa kerja sama ini mencerminkan fokus berkelanjutan BUMA dalam menciptakan nilai bersama bagi mitra, karyawan, dan masyarakat sekitar lokasi tambang.

Selama sembilan tahun masa kontrak, proyek ini ditargetkan menghasilkan lebih dari 359 juta BCM overburden dan 60 juta ton batu bara. Tambang PKP berlokasi di Kalimantan Tengah dan menjadi salah satu proyek strategis BUMA dalam memperluas cakupan layanan jasa pertambangan berskala besar.

 

Good Mining Practices

Karyawan PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak perusahaan Delta Dunia Group (DOID), sedang melakukan pengecekan di salah satu lokasi operasional. (Liputan6.com/ ist)

Direktur SINI, Novraym Vianus Keriahenta Meliala, menyatakan optimisme terhadap potensi produksi PKP berkat dukungan operasional dari BUMA.

“Kami akan terus memperkuat komitmen terhadap Good Mining Practices, sekaligus menunjukkan peran PKP sebagai anak usaha yang berkontribusi dalam pengembangan ekonomi lokal serta menciptakan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan,” ujarnya.

BUMA sendiri telah berkiprah lebih dari 26 tahun di industri tambang Indonesia. Perusahaan ini dikenal dengan pendekatan menyeluruh (end-to-end) dalam layanan pertambangan, mulai dari perencanaan tambang, pengupasan overburden, pengangkutan, hingga rehabilitasi area pasca-tambang. Setiap proyek dijalankan dengan penyesuaian terhadap karakteristik dan tantangan lokasi masing-masing.

 

Kerja Sama Baru

Dengan resmi dimulainya aktivitas tambang PKP, BUMA menegaskan komitmennya untuk menjalankan operasional yang aman, efisien, dan bertanggung jawab.

Perusahaan juga membuka peluang untuk menjalin kerja sama strategis baru serta ekspansi kontrak demi memperkuat pertumbuhan jangka panjang Grup.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya