Listrik Ramah Lingkungan Kini Terangi 5.383 Rumah di Wilayah 3T Berkat 47 PLTS Baru

Sebanyak 47 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) resmi beroperasi di 11 provinsi. Presiden Prabowo menegaskan, inilah langkah strategis menuju swasembada energi dan keadilan energi di pelosok Indonesia.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 28 Juni 2025, 18:30 WIB
Tampilan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Lipang berkapasitas 13 kilowatt peak (MWp) yang terletak di Kecamatan Kendahe, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Pembangkit PLN ini menjadi salah satu yang PLTS yang diresmikan oleh Presiden Prabowo pada Kamis (28/6/2025). (Dok PLN)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia semakin gencar mendorong transisi energi bersih dan merata ke seluruh pelosok negeri. Terbaru, Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan pengoperasian 47 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 47 desa yang tersebar di 11 provinsi, khususnya di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Dalam acara peresmian 55 proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dipusatkan di PLTP Ijen, Bondowoso, Jawa Timur pada Kamis (26/6), Presiden menegaskan pentingnya peran energi surya dalam mewujudkan pemerataan akses listrik.

“Dengan energi tenaga surya, setiap desa bisa swasembada energi... bahkan desa-desa di gunung-gunung pun kini bisa punya akses terhadap listrik,” ujar Prabowo dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/6/2025).

Presiden juga menekankan bahwa program ini bukan hanya soal pemerataan listrik, tetapi juga bagian dari strategi nasional menuju Net Zero Emissions pada 2060.

“Yang lebih penting adalah kita bisa menghasilkan energi sambil memangkas biaya logistik. Inilah dampak dari program besar kita,” tegasnya.

Menuju Elektrifikasi Desa Lewat Energi Terbarukan

Kolaborasi antara PLN dan Medco dalam pembangunan PLTS Bali Timur berkapasitas 25 megawatt peak (MWp). PLTS ini menjadi salah satu proyek yang juga diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (26/6).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyebut proyek PLTS sebagai “tulang punggung” peningkatan rasio elektrifikasi nasional. Ia menargetkan dalam empat hingga lima tahun ke depan, seluruh desa tanpa listrik bisa dijangkau melalui kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan PLN.

“Inilah kabar baik untuk keadilan sosial dan pemerataan pembangunan,” ucap Bahlil.

PLN Siap Akselerasi Keadilan Energi

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa proyek ini mencerminkan komitmen kuat PLN dalam mendukung pemerataan energi, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

“Ini bukan sekadar proyek kelistrikan, tapi bagian dari gotong royong nasional menuju masa depan yang bersih dan inklusif,” kata Darmawan.Darmawan menyebutkan, 47 PLTS yang baru diresmikan memiliki total kapasitas 27,8 megawatt (MW) dan memberikan akses listrik kepada 5.383 rumah tangga di desa-desa terpencil.

“Dulu, anak-anak belajar dengan lampu minyak. Kini mereka bisa belajar lebih lama, layanan kesehatan lebih optimal, dan ekonomi desa terus bergerak. Inilah keadilan energi,” tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya