Korban Perang dengan Israel: 627 Orang di Iran Tewas, 4.870 Warga Terluka

86,1% dari para martir Iran dari serangan Israel meninggal di tempat kejadian, sementara 13,9% meninggal karena luka-luka mereka saat tiba di rumah sakit.

oleh Tanti YulianingsihDiterbitkan 26 Juni 2025, 14:49 WIB
Warga mengamati apartemen yang rusak di Teheran, Iran, akibat serangan udara Israel pada Jumat (13/6/2025). (Dok. AP/Vahid Salemi)

Liputan6.com, Teheran - Kementerian Kesehatan Iran telah mengumumkan bahwa total 627 orang telah menjadi martir dan 4.870 orang terluka dalam serangan rezim Israel, dengan Provinsi Teheran dan Kermanshah melaporkan jumlah korban tertinggi.

Laporan Iran Front Page yang dikutip Kamis (26/6/2025) menyebut pusat informasi Kementerian tersebut mengatakan provinsi lain yang terkena dampak paling parah termasuk Khuzestan, Lorestan, Isfahan, Markazi, Azerbaijan Timur, Hamedan, Zanjan, dan Gilan, yang menempati peringkat ketiga hingga kesepuluh dalam hal jumlah korban.

Disebutkan pula bahwa 86,1% dari para martir meninggal di tempat kejadian sementara 13,9% meninggal karena luka-luka mereka saat tiba di rumah sakit.

Laporan Economic Times dari lembaga penyiaran negara IRIB yang mengutip data dari Kementerian Kesehatan Iran, menyebut sedikitnya 627 orang tewas sejak 13 Juni (awal perang 12 hari dengan Israel).

Setidaknya 35 personel Angkatan Pertahanan Udara tewas dalam serangan Israel. Korban tewas ini diyakini termasuk operator radar, spesialis rudal permukaan-ke-udara, dan teknisi yang bertanggung jawab atas sistem peringatan dini.

Analis militer menyatakan bahwa melumpuhkan pertahanan udara Iran merupakan tujuan strategis utama pada tahap awal operasi.

Komandan Militer di Iran Tewas

Serangan Israel ke Iran menyebabkan penangguhan penerbangan di langit Teheran/Tehran. (AFP)

Iran juga mengonfirmasi kematian Mayor Jenderal Ali Shadmani, komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya. Shadmani meninggal karena luka-luka yang dideritanya dalam serangan udara Israel minggu lalu. Ia baru mengambil alih komando pada 13 Juni, setelah kematian pendahulunya, Letnan Jenderal Gholam Ali Rashid, yang tewas selama fase pembukaan kampanye militer.

Kehilangan kedua komandan tertinggi secara berturut-turut dalam waktu kurang dari dua minggu merupakan pukulan telak bagi struktur kepemimpinan militer Iran.

Pejabat Iran menegaskan bahwa serangan tersebut telah melanggar norma-norma internasional dan hak kedaulatan Teheran, sementara pejabat AS dan Israel menggambarkan operasi tersebut sebagai "tindakan pencegahan yang diperlukan" untuk membatasi ambisi nuklir Iran.

Sampai saat ini, otoritas Iran belum mengungkapkan apakah bahan nuklir utama, seperti uranium yang diperkaya, telah dikompromikan atau dijaga sebelum serangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya