Jepang hingga Eropa Mulai Lirik Produk Halal Indonesia

Jepang meminta dukungan dari Bank Indonesia untuk membangun lembaga sertifikasi halal di sana. Hal ini menjadi bukti bahwa prinsip-prinsip ekonomi syariah semakin diakui secara global.

oleh Tira SantiaDiperbarui 25 Juni 2025, 20:28 WIB
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti usai mengikuti rapat kerja dengan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/6/2023). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti mengungkapkan bahwa negara-negara non-muslim seperti Jepang dan Italia mulai menunjukkan minat besar terhadap produk-produk halal dari Indonesia.

Hal itu ia sampaikan berdasarkan pengalamannya saat menghadiri World Expo di Osaka, Jepang, beberapa waktu lalu. Dalam acara berskala internasional tersebut, produk-produk binaan Bank Indonesia dari berbagai daerah di Sumatera ikut serta mewakili Indonesia.

"Kemudian saya tanya dengan yang punya bagaimana perkembangan disana, ternyata mereka sudah di contact yang (minat) dari Eropa yakni Itali yang sudah mencoba menjajaki," kata Destry dalam Penutupan Fesyar Sumatera 2025 Road to ISEF 2025, di Lampung, Rabu (25/6/2025).

Destry juga menceritakan kunjungannya ke pusat produk halal di Jepang yang berada sekitar dua jam dari Tokyo. Menurutnya, tempat tersebut tidak hanya ditujukan untuk komunitas Muslim, tetapi juga diminati oleh warga Jepang.

"Nah kemudian di Jepang, oleh Pak Dubesnya saya diajak ke pusat halal sekitar satu setengah jaman, dua jam dari Tokyo. Saya bilang oke, ada apa-apa disana? Ternyata disana itu ada pusat-pusat produk halal Indonesia," ujarnya.

Menariknya, otoritas setempat di Jepang bahkan meminta dukungan dari Bank Indonesia untuk membangun lembaga sertifikasi halal di sana. Hal ini menjadi bukti bahwa prinsip-prinsip ekonomi syariah semakin diakui secara global, bukan sekadar simbol agama, melainkan sebagai standar kualitas dan etika.

"Bahkan mereka minta support dari Bank Indonesia untuk membangun lembaga sertifikasi, untuk sertifikasi halal. Saya tanya, siapa ini konsumennya? Apakah hanya orang Indonesia atau orang Muslim disana? Tidak," ujar Destry.

 

Peluang Global Ekonomi Syariah

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengikuti rapat kerja dengan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/6/2023). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Destry menegaskan, ekonomi dan keuangan syariah bukan hanya berlaku di negara mayoritas Muslim seperti Indonesia, melainkan juga menjadi perhatian di negara-negara dengan populasi Muslim kecil.

Bank Indonesia, kata Destry, terus mendorong pengembangan ekonomi syariah melalui berbagai inisiatif, termasuk mendukung pelaku usaha dalam menjangkau pasar internasional.

Salah satunya melalui acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang akan digelar Oktober mendatang, sebagai ajang pertemuan pelaku ekonomi syariah dari dalam dan luar negeri.

"Di bulan Oktober. Acara ISEF itu nantinya adalah salah satu acara ekonomi keuangan syariah yang terbesar di Indonesia. Karena di situ akan berkumpul seluruh pelaku-pelaku, majority ya pelaku-pelaku usaha di bidang ekonomi keuangan syariah di seluruh Indonesia," ujarnya.

 

RI Jangan Kalah Saing Malaysia Kembangkan Ekonomi Syariah

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, dalam penutupan Fesyar Sumatera 2025 Road to ISEF 2025, di Lampung, Rabu (25/6/2025). (Tira/Liputan6.com)

Lebih lanjut, Destry mengingatkan pentingnya Indonesia untuk tidak tertinggal dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di kawasan Asia Tenggara.

Negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina disebut sudah melaju pesat, bahkan agresif dalam memperluas cakupan ekonomi syariahnya.

Destry menekankan bahwa Indonesia sebetulnya memiliki potensi yang luar biasa besar, dengan kontribusi ekonomi syariah yang telah mencapai sekitar 45% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, potensi itu bisa terhambat jika instrumen keuangan syariah tidak dikembangkan secara seimbang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya