Liputan6.com, Bandung - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, bertemu dengan perwakilan kampus dan panitia Pasar Seni ITB 2025 di Wisma Ganesha ITB, Selasa, 24 Juni 2025. Pasar itu dipandang bukan hanya perayaan kreativitas, tetapi punya potensi sebagai penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Bandung.
“Pemkot Bandung siap mendukung sepenuhnya pelaksanaan Pasar Seni ITB 2025. Ini adalah agenda seni dan budaya yang sangat dinantikan masyarakat, sekaligus menjadi ruang ekspresi kreatif bagi mahasiswa dan seniman muda,” ujar Farhan.
Advertisement
Dukungan yang diberikan mencakup fasilitas ruang publik, koordinasi lintas dinas, hingga kolaborasi dalam pengelolaan acara. Farhan juga memastikan, Pemkot Bandung terbuka bekerja sama dalam bentuk dukungan logistik, keamanan, serta promosi acara melalui jaringan Pemerintah Kota.
Ia mendorong agar kegiatan ini dapat dikemas secara inklusif dan kolaboratif, sehingga bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
“Bandung dikenal sebagai kota kreatif. Pasar Seni adalah bagian dari identitas kita. Maka sudah sepatutnya Pemkot hadir mendampingi, memfasilitasi, dan memastikan acara ini berjalan lancar,” tambahnya.
Dengan semangat gotong royong dan sinergi antar-stakeholder, Farhan berharap Pasar Seni ITB 2025 tidak hanya menjadi sukses secara teknis, tetapi juga bermakna secara sosial dan kultural. “Pemkot siap membantu,” katanya.
Soft Launching
Sebelumnya, Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan soft launching Pasar Seni ITB 2025 sekaligus pada momentum Jazz Aula Barat, Sabtu (15/2/2025) di ITB Kampus Ganesha, Bandung.
Setelah sebelas tahun vakum, pasar seni yang diadakan oleh ITB ini akan kembali hadir sebagai penanda dimulainya kembali pergerakan peristiwa seni Budaya.
Sejak tahun 1972, Pasar Seni ITB telah dilaksanakan sebanyak 11 kali dengan tujuan untuk memperkenalkan seni rupa kepada masyarakat luas melalui interaksi antara seniman dari berbagai latar belakang dan masyarakat umum.
Setiap penyelenggaraannya, Pasar Seni ITB mengangkat tema yang berkaitan dengan isu-isu sosial yang relevan, seperti perhelatan terakhirnya pada 2014 yang mengusung tema “Antara Aku, Kita, dan Semesta” untuk menunjukkan keprihatinan terhadap kemajuan teknologi dan globalisasi yang justru menciptakan segregasi antarmanusia.
Rektor ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara, menyatakan Pasar Seni ITB 2025 hadir selaras dengan semangat menjadikan ITB sebagai kampus yang menginspirasi, ramah, dan terbuka untuk masyarakat melalui multidisiplin.
"Hal tersebut menggabungkan aspek humaniora, seni, sains, teknologi, sampai ekosistem bisnis yang tidak terpisah-pisah," ujar Prof. Tatacipta, dikutip dari siaran pers.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Jawa Barat saat itu, Bey Machmudin, mengatakan bahwa Pasar Seni ITB akan menjadi momentum untuk menunjukkan kembali Bandung sebagai kota kreatif.
“Bandung adalah tempat talenta seni, tetapi kami merasa tidak ada acara yang berskala nasional. Kemudian kami teringat dengan pasar seni. Walaupun pasar seni merupakan milik ITB, kami mengklaim bahwa itu adalah produk Bandung yang sudah menjadi ikon Jawa Barat dan Alhamdulillah di tahun 2025 acara ini akan kembali terlaksana,” katanya.
Menurut beliau, acara ini tidak hanya sekadar pameran seni, tetapi juga wadah bagi seniman untuk berkarya, bertemu, dan menginspirasi. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk mendukung Pasar Seni ITB 2025 dan menjadikannya acara seni terbaik di Indonesia.
Acara puncak Pasar Seni ITB 2025 akan digelar pada Oktober mendatang, namun publik dapat mulai merasakan atmosfernya melalui rangkaian pre-event. Salah satu yang dinantikan adalah Pameran Sinarupa pada 28–29 Juni 2025.