Tubuh Pendaki Brasil yang Jatuh di Gunung Rinjani Belum Juga Terangkat, Begini Kendalanya

Total sebanyak 79 personel dikerahkan dalam operasi evakuasi ini, terdiri dari Basarnas, Brimob, petugas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), serta porter lokal yang memahami medan.

oleh Hans BahananDiperbarui 24 Juni 2025, 17:20 WIB
Pendaki WNA Brasil berisinial JDSP (27), belum juga berhasil dievakuasi usai terjatuh di jurang Gunung Rinjani pada Sabtu, 21 Juni 2025 lalu. (Liputan6.com/ Dok Tim SAR Mataram)

 

Liputan6.com, Mataram - Meski titik lokasi pendaki WNA Brasil berisinial JDSP (27), yang jatuh ke jurang ratusan meter di Gunung Rinjani, sudah diketahui, namun tim gabungan belum berhasil mengangkat tubuh korban. Evakuasi yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan terkendala medan ekstrem dan cuaca dingin di lokasi kejadian.

Total sebanyak 79 personel dikerahkan dalam operasi ini, yang terdiri dari Basarnas, Brimob, petugas Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), serta porter lokal yang memahami medan.

Upaya penyelamatan dilakukan baik melalui jalur udara maupun darat. Dari jalur udara, sebanyak 3 helikopter milik PT Amman Mineral sempat dikerahkan untuk menjangkau lokasi korban, namun operasi udara tersebut tidak berjalan maksimal. Pasalnya, lokasi korban berada di lembah yang menyulitkan pilot untuk bermanuver dengan aman.

"Lokasi sangat curam dan sempit, helikopter tidak bisa terlalu dekat karena risikonya sangat tinggi," ujar Kombes Dwiyanto, Dansat Brimob Polda NTB, Selasa (24/06/2025).

Sementara dari jalur darat, tim evakuasi menggunakan tali untuk menuruni lereng menuju titik jatuhnya korban. Namun, upaya ini masih terkendala dan penuh risiko lantaran suhu dingin dan cuaca yang berubah-ubah.

Proses evakuasi ini juga turut disaksikan langsung oleh perwakilan diplomatik dari Kedutaan Besar Brasil, Helena Massote, yang datang ke lokasi untuk memantau secara langsung kondisi korban dan perkembangan operasi penyelamatan.

Sementara itu terkait kondisi korban hingga saat ini masih belum bisa dipastikan. Namun tim terus berupaya maksimal dan mengutamakan keselamatan dalam setiap langkah penyelamatan.

"Kami masih berupaya keras. Faktor cuaca, suhu, dan medan curam menjadi tantangan utama. Tapi kami pastikan besok seluruh sumber daya dikerahkan, untuk mengevakuasi korban," ujar Dwiyanto.

Diketahui pendaki wanita asal Brasil itu terjatuh di lereng Gunung Rinjani sejak Sabtu, 21 Juni 2025.

 

Jalur Pendakian ke Puncak Ditutup Sementara

Jalur pendakian dari Pelawangan 4 Sembalun ke puncak Gunung Rinjani ditutup sementara. Penutupan dilakukan hingga proses evakuasi pendaki wanita asal Brasil, JDSP (27), yang jatuh saat mendaki Gunung Rinjani selesai dilakukan.

"Aktivitas pendakian dari Pelawangan 4 jalur wisara Pendakian Sembalun menuju puncak gunung rinjani ditutup sementara mulai 24 Juni 2025 sampau dengan batas waktu yang tidak ditentukan atau sampai dengan proses evakuasi korban selesai dilakukan," ujar Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Yarman Wasur dalam Keterangannya, Selasa (24/6/2025).

 Yarman mengatakan penutupan sementara ini dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi hingga mempertimbangkan aspek keselamatan pengunjung dan tim evakuasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya